Serahkan Tas Louis Vuitton ke KPK, Dirjen PAS: Lihat Proses Hukum Saja

Zunita Putri - detikNews
Selasa, 11 Des 2018 16:26 WIB
Direktur Jenderal Pemasyarakatan (PAS) Kementerian Hukum dan HAM, Sri Puguh Budi Utami/Foto: Ari Saputra-detikcom
Jakarta - Lewat sopirnya, Dirjen Pemasyarakatan (PAS) Kemenkum HAM Sri Puguh Budi Utami mengembalikan tas Louis Vuitton ke KPK terkait dakwaan eks Kalapas Sukamiskin Wahid Husen. Sri Puguh menyerahkan penanganan pengembalian tas mewah itu ke KPK.

"Jadi ada hasil berita acara, lebih baik proses hukum saja, nanti dilihat seperti apa," kata Sri Puguh kepada wartawan di kantor Kemenkum HAM, Jl HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Selasa (11/12/2018).

Sri Puguh menyebut tas Louis Vuitton diberikan lewat sopir. Tapi Sri Puguh tak menyebut detail proses penyerahan tas dan maksud dari pemberian tas.





"Itu antara sopir ya mbak ya. Saya berangkat ke Thailand saya gatau itu. tapi nanti proses hukum saja ya," tegasnya.

Tas Louis Vuitton muncul dalam surat dakwaan KPK untuk Wahid yang dibacakan dalam persidangan di Pengadilan Tipikor Bandung pada Rabu, 5 Desember.

Jaksa menyebut tas jenis clutch bag merek Louis Vuitton itu diberikan dari narapidana kasus korupsi, Fahmi Darmawansyah, kepada ajudan Wahid bernama Hendry Saputra. Tas itu dalam surat dakwan disebut akan diberikan kepada Sri sebagai kado ulang tahun.





"Tas jenis cluth bag tersebut nantinya akan dihadiahkan terdakwa kepada atasannya, yakni Sri Puguh Budi Utami, sebagai kado ulang tahun," demikian isi surat dakwaan tersebut.

Lalu mengapa tas Louis Vuitton dikembalikan ke KPK?. "Proses hukum aja ya mbak," kata Sri Puguh mengakhiri wawancara. (fdn/fjp)