Pasca-Katrina, Aksi Penjarahan Marak di New Orleans
Kamis, 01 Sep 2005 17:31 WIB
Jakarta - Topan Katrina memporak-porandakan beberapa kota di AS, khususnya New Orleans. Di tengah-tengah kesusahan itu, ratusan warga melakukan aksi penjarahan.Militer AS telah mengirimkan ribuan pasukan Garda Nasional ke negara-negara bagian yang mengalami bencana Katrina. Di kota New Orleans, negara bagian Louisiana, sekitar empat ribu pasukan Garda Nasional telah didatangkan.Upaya penyelamatan korban yang dilakukan pasukan Garda Nasional terganggu dengan adanya aksi penjarahan sekelompok orang. Otoritas pun berupaya untuk mencegah supaya situasi tersebut tidak melebar di luar kendali.Untuk itu, sekitar 150 polisi militer ditambah para perwira polisi sipil dikerahkan ke daerah bencana tersebut untuk mengamankan situasi.Demikian disampaikan Bob Mann, juru bicara Gubernur Louisiana Kathleen Blanco kepada wartawan setempat, seperti dilansir kantor berita AFP, Kamis (1/9/2005).Warga setempat melaporkan, ratusan penjarah memenuhi kota New Orleans. Di jalanan, mereka menghentikan mobil-mobil yang melintas, bahkan melakukan perampokan bersenjata. Dengan senjatanya, mereka bahkan menembaki helikopter-helikopter yang mengevakuasi pasien-pasien dari rumah sakit lokal.Militer AS telah mengirimkan kapal-kapal dan helikopter ke negara-negara bagian yang mengalami bencana Katrina. Pemerintah Washington menyebut badai ini sebagai salah satu bencana alam terbesar di dunia.
(ita/)











































