Mahasiswa Tuntut SBY-JK Mundur
Kamis, 01 Sep 2005 15:59 WIB
Jakarta - Sejumlah organisasi mahasiswa yang tergabung dalam Jaringan Kota (Jarkot) menuntut SBY-JK mundur dari jabatannya. Alasannya? SBY-JK tidak mampu mengelola negara.Aksi yang digelar di depan kampus UKI, Jl Diponegoro No 86, Jakarta, Kamis (1/9/2005). Aksi ini digelar oleh Jarkot setelah melakukan koordinasi selama tiga hari berturut-turut.Dalam aksi tersebut, para mahasiswa melakukan pembakaran rupiah dari nominal Rp 1.000 hingga Rp 100.000 sebagai simbol bahwa sekarang ini nilai rupiah tidak ada artinya. Menurut Poltak, aktivis Jarkot dari UI, mengatakan rupiah tidak ada artinya lagi karena BBM dan harga barang-barang naik yang berdampak besar kepada masyarakat kecil. Hal itu menunjukkan SBY-JK gagal sehingga harus mundur.Sekitar 50 orang yang mewakili kampus anggota Jarkot membawa poster SBY-JK dengan tulisan "Biang Penyebab Kriris". Wakil tiap kampus berorasi sekitar 10-20 menit. Dalam orasinya, para mahasiswa mengkritisi pemerintahan SBY-JK berkait dengan situasi nasional sekarang, di mana listrik yang mengalami pemadamam bergilir, adanya imbauan penghematan pada masyarakat namun justru SBY menikahkan anaknya dengan biaya Rp 10 miliar. Hal lainnya sejumlah barang kebutuhan pokok termasuk tarif tol juga merangkak naik.Mereka juga mengecam kasus yang tidak kunjung selesai seperti TPST Bojong, meningkatnya angka pengangguran yang antara lain disebabkan penggusuran terhadap pedagang kaki lima dan belum selesainya kasus Munir. Para mahasiswa Jarkot itu berharap seluruh masyarakat dan mahasiswa lainnya melakukan hal yang sama yaitu menuntut SBY-JK mundur. Saat aksi berlangsung terlihat 15 orang polisi dari Polsek Senen yang berjaga-jaga. Polisi memperingatkan agar para mahasiswa membubarkan diri, tapi mahasiswa menolak. Rencananya aksi serupa akan dilakukan berturut-turut UIN Syarif Hidayatullah Ciputat, Universita YAI Kramat, Universitas Jagakarsa Lenteng Agung, Universitas Empu Tantutar Jakarta Timur, Sekolah Tinggi Teologi Jakarta Pegangsaan, Unas Pasar Minggu dan berakhir hari Sabtu di Univeritas Bung Karno Jalan Diponegoro.
(san/)











































