Tim Jokowi Jawab Fadli Zon: Kubu Prabowo Bicara HAM Itu Melawak

Samsudhuha Wildansyah - detikNews
Senin, 10 Des 2018 18:17 WIB
Jubir TKN Jokowi-Ma'ruf, Arya Sinulingga. (Samsudhuha Wildansyah/detikcom)
Jakarta - Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin menanggapi komentar Wakil Ketua DPR Fadli Zon yang menilai penegakan HAM era Presiden Jokowi belum mengalami kemajuan. TKN menyebut, jika kubu Prabowo-Sandiaga berbicara HAM, sama saja seperti melawak.

"Kalau kelompok sebelah ngomongin HAM, itu melawak. Harusnya mereka menghindarilah, sadar diri dulu, jangan coba-coba ngomongin itu, malu kita. Ini Hari HAM, jangan coba-coba, memercik wajah sendiri kalau ngomongin HAM," ucap juru bicara TKN Arya Sinulingga di Posko Cemara, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (10/12/2018).


Dia menyebut seharusnya kubu Prabowo-Sandiaga berkaca sebelum berkomentar pada Hari HAM Sedunia. Arya mengatakan Jokowi tidak memiliki permasalahan HAM.

"Berkaca saja. Pak Jokowi nggak ada masalah pada masa lalu mengenai permasalahan HAM sedikit pun, nggak ada itu. Kalau yang sebelah (kubu Prabowo), Anda tahu itu. Jadi jangan sekali-kali berkelit mengatakan kalau penegakan HAM akan ditegakkan bla-bla-bla.... Itu seperti menepuk air tepecik wajah sendiri, bagus jangan gitu," ungkap Arya.

Selama Jokowi menjabat presiden, Arya menyebut, Jokowi sudah memikirkan HAM masyarakatnya. Salah satunya hak pendidikan, yang disebutnya sudah diperhatikan.

Arya mencontohkan Kartu Indonesia Pintar merupakan langkah Jokowi untuk memulai bahwa semua masyarakat Indonesia punya hak yang sama dalam pendidikan. Soal hak kesehatan, ada BPJS dan Kartu Indonesia Sejahtera (KIS). Lalu hak atas kehidupan ekonomi, Arya mengatakan, Jokowi memberikan sertifikat tanah kepada rakyat.

"Jadi tidak hanya soal pelanggaran HAM, tapi juga soal bagaimana tegaknya hal-hal mendasar dari kehidupan masyarakat untuk mengakses bagian kehidupan mereka. Jadi masalah toleransi juga kebijakan-kebijakan Pak Jokowi itu toleransi," sambungnya.


Diketahui, Fadli Zon mengkritik penegakan HAM pada era Presiden Jokowi yang dinilai belum mengalami kemajuan. Menurut Fadli, kebebasan berpendapat di era Jokowi justru makin terancam.

"Jika kita mengacu kepada data Amnesty International, majalah The Economist, atau Freedom House, semuanya memperlihatkan bahwa indeks kebebasan HAM dan demokrasi di Indonesia mengalami kemunduran," ujar Fadli dalam keterangan tertulis, Senin (10/12/2018).

"Terancamnya kebebasan sipil merupakan salah satu faktor yang paling menentukan kemerosotan HAM dan tingkat demokrasi Indonesia," lanjutnya. (idh/idh)