PAN Minta Jokowi Buka ke Publik soal 'Kritik Tanpa Data Pembodohan'

PAN Minta Jokowi Buka ke Publik soal 'Kritik Tanpa Data Pembodohan'

Tsarina Maharani - detikNews
Senin, 10 Des 2018 17:45 WIB
PAN Minta Jokowi Buka ke Publik soal Kritik Tanpa Data Pembodohan
Saleh Daulay (Foto: Tsarina/detikcom)
Jakarta - Presiden Joko Widodo meminta kritik yang disampaikan haruslah berbasis data, bukan pembodohan. PAN setuju.

"Setuju. Kritik memang harus berbasis data. Kritik yang berbasis data itulah yang disebut kritik yang konstruktif. Dengan menyampaikan data, pemerintah dan berbagai pihak lain yang berkepentingan dapat melakukan perbaikan sebagaimana diperlukan," kata Wasekjen PAN Saleh Daulay saat dihubungi, Senin (10/12/2018).


Namun, Saleh menyarankan Jokowi menjelaskan siapa yang dimaksud mengkritik tanpa data. Menurut dia, pemerintah berkewajiban menyampaikan informasi valid kepada masyarakat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia mengingatkan agar tak ada diskusi saling menyalahkan. Saleh mengatakan biar masyarakat yang menilai.

"Sebaiknya dibuka saja ke publik. Tidak perlu saling menyalahkan. Biarkan masyarakat nanti yang menilai. Masyarakat tentu sudah sangat cerdas untuk menilai setiap informasi yang mereka terima," ujarnya.


Jokowi dalam pidato saat membuka Konvensi Humas 4.0 di Istana Negara, Jakarta, siang tadi menyebut dirinya memang butuh kritik, tapi yang berbasis data. Pembodohan atau kebohongan, lanjut Jokowi, tak diperlukan. Termasuk juga narasi yang menyebarkan ketakutan kepada rakyat.

"Kalau mau Indonesia baik, kalau maju hidup sama kita membutuhkan kritik-kritik yang berbasis data. Tapi bukan pembodohan atau kebohongan, bukan narasi yang menebar pesimisme, narasi yang menakut-nakuti," kata Jokowi. (tsa/rna)


Berita Terkait