DetikNews
Senin 10 Desember 2018, 15:38 WIB

Basarnas Impikan Punya Kamera Satelit. Apa Saja Manfaatnya?

Sudrajat - detikNews
Basarnas Impikan Punya Kamera Satelit. Apa Saja Manfaatnya? Kepala Basarnas Marsekal Madya M. Syaugi (Grandyos Zafna/detikcom)
Jakarta -

Agar dapat bekerja dalam mencari dan mengevakuasi korban dengan lebih efisien, Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) perlu ditopang sejumlah peralatan canggih. Di bawah kendali Marsekal Madya M. Syaugi sejak 2017 lalu, Basarnas kini memiliki alat komunikasi yang mampu menjangkau semua titik pos SAR di seluruh Tanah Air.

Alat yang sepintas terlihat mirip telepon seluler itu memudahkan tiap pos untuk berkoordinasi. M. Syaugi mengklaim alat canggih tersebut buatan anak negeri sendiri. Tapi soal detail merek, produsen, maupun penciptanya dia menolak menjelaskan.


"Saya pun dapat memonitor mereka dalam 24 jam. Kita bisa memberikan instruksi, menerima informasi tanpa hambatan," kata M. Syaugi dalam program Blak-blakan yang tayang di detikcom, Senin (10/12).

Setiap kapal milik tim SAR, dia melanjutkan, saat ini sudah dilengkapi GPS tracking yang mampu melakukan identifikasi secara otomatis (automatic identification system) secara real time. Juga ada facial monitoring system yang mampu memantau arah pergerakan hingga kecepatan tiap kapal, termasuk siapa nakhoda yang bertugas.

Tapi di luar ketiga alat tersebut, Syaugi masih mengidamkan satu supercanggih lainnya, yakni kamera satelit yang dapat melihat dan memantau semua wilayah di Tanah Air. Jika Basarnas memiliki kamera tersebut, dia optimistis akan dapat memberikan respons cepat jika ada informasi musibah, baik di tengah laut, hutan, maupun pegunungan sekalipun.


Tanpa kamera satelit, musibah di titik-titik yang tak terpantau baik dengan radar akan sulit terjangkau dan terdeteksi. Bahkan, kata Syaugi, bila ada yang iseng memberikan informasi palsu, tenaga Basarnas yang dikirim berpuluh kilometer ke tengah lautan akan sia-sia karena tak dapat mendeteksi dengan akurat sebelumnya kebenaran apa yang dilaporkan.

Meskipun harganya sangat mahal, penerbang pesawat tempur F-16 itu tetap berkeinginan alat tersebut dapat diupayakan pengadaannya. "Memang sangat mahal, tapi itu bisa dimanfaatkan tidak cuma oleh Basarnas. Semua lembaga akan ikut memanfaatkannya seperti untuk mengatasi illegal fishing, illegal logging, dan pemantauan wilayah," papar Syaugi.


Saksikan juga video 'Kabasarnas Blak-blakan Minim SDM dan Alat':

[Gambas:Video 20detik]


(jat/jat)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed