Presiden Akui Paket Ekonominya Belum Direspons Positif Pasar

Presiden Akui Paket Ekonominya Belum Direspons Positif Pasar

- detikNews
Kamis, 01 Sep 2005 15:24 WIB
Jakarta - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengakui bahwa empat pilar kebijakan ekonomi yang diumumkan kemarin belum mendapat respons positif dari pasar. Meski begitu, Presiden akan mengimplementasikan kebijakan itu."Pasar kan dinamis. Policy yang kita jelaskan tidak instan langsung bisa direaksi sebagaimana kita harapkan," kata Presiden kepada wartawan di Kantor Presiden, Jakarta, Kamis (1/9/2005) sebelum memimpin rapat kabinet.Namun demikian, Presiden menegaskan, pada hari-hari ke depan, jajaran pemerintah akan fokus untuk merancang dan melaksanakan implementasi kebijakan-kebijakan yang telah digariskan itu. Presiden akan meminta laporan kepada para menteri setiap harinya.Sebagai contoh, mengenai rencana kenaikan harga BBM yang direncanakan setelah bulan Oktober. Menurut Presiden, saat ini pemerintah tengah menghitung secara pasti besarannya, jenis komoditas, dan waktu pelaksanaannya. "Subsidinya kan turun. Nanti dibicarakan dengan DPR yang cocok berapa, agar APBN kita aman," kata dia.Lebih lanjut, Presiden menyatakan, Rabu (31/8/2005) malam setelah rapat kabinet, dirinya sudah menandatangani 3 RUU untuk segera dibahas diDPR, yakni RUU Bidang Pajak, RUU Bea, dan RUU Cukai. Ketiganya merupakan bagian dari paket kebijakan fiskal yang akan segera diluncurkan. "Yang penting sekarang, kita bekerja agar semua aspek keempat kebijakan bisa kita jalankan," kata dia.Presiden juga mengakui, setelah mengumumkan empat kebijakan ekonomi, dirinya menerima banyak sekali SMS dari ekonom, pengamat, pelaku pasar, dan juga masyarakat. Ada banyak masukan dan tanggapan. Berkaitan dengan hal itu, Presiden menginstruksikan kepada Menkeu untuk memberikan penjelasan secara langsung kepada masyarakat luas secara simultan tentang paket kebijakan ekonomi ini. (asy/)


Berita Terkait