Jokowi Bicara soal Maraknya Hoax di Depan Praktisi Humas

Jokowi Bicara soal Maraknya Hoax di Depan Praktisi Humas

Ray Jordan - detikNews
Senin, 10 Des 2018 12:17 WIB
Jokowi membuka Konvensi Humas di Jakarta. (Jordan/detikcom)
Jokowi membuka Konvensi Humas di Jakarta. (Jordan/detikcom)
Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) berbicara soal maraknya berita negatif dan hoax alias kabar bohong di depan para praktisi humas se-Indonesia. Jokowi menilai hal yang marak itu bisa menimbulkan ancaman di tengah masyarakat.

Jokowi mengatakan, di tengah 'melubernya' informasi, baik teks, gambar, maupun video, muncul konten-konten negatif seperti berita provokatif dan hoax. Hal ini sangat disayangkan.

"Yang akhir-akhir ini banyak sekali kita lihat, jelas-jelas tidak mengindahkan etika dalam menyampaikan informasi, bahkan dengan kepentingan tertentu memang sengaja disebar untuk membangkitkan rasa takut, membangkitkan pesimisme, menebar ketakutan, menebar kecemasan, serta menebar kekhawatiran dan perasaan-perasaan terancam," kata Jokowi.



Hal itu disampaikan Jokowi saat meresmikan pembukaan Konvensi Humas 4.0 di Istana Negara, Jakarta, Senin (10/12/2018). Kegiatan ini dihadiri sekitar 300 praktisi humas dari berbagai kalangan, baik swasta maupun pemerintah.

Untuk menghadapi hal itu, lanjut Jokowi, tidak cukup dengan regulasi dan penegakan hukum.

"Nggak cukup-cukup. Diperlukan adalah literasi digital sehingga warga masyarakat tidak hanya mampu menggunakan teknologi informasi digital, tapi juga warga masyarakat mampu memilih dan memilah informasi, mampu melakukan kroscek, mampu melakukan klarifikasi, jika menerima sebuah informasi," katanya.

Jokowi mengatakan kemajuan teknologi informasi digital yang sangat cepat harus diimbangi dengan standar moral dan etika yang tinggi dari penggunanya. Jokowi lantas mengapresiasi konsistensi Perhimpunan Hubungan Masyarakat (Perhumas) yang selama ini terus mengusung gerakan #IndonesiaBicaraBaik di media sosial.

"Ini sangat bagus. saya lihat masa kini muncul di setiap acara berkemah di website-nya, di surat-suratnya, di backdrop acaranya, di poster-poster perhumas. Ini bagus, bahwa Indonesia harus bicara baik. Saya sangat setuju dengan gerakan #IndonesiaBicaraBaik, ini sebuah ajakan gerakan sosial ajakan untuk hijrah, ajakan untuk hijrah dari pesimisme menuju optimisme, membangkitkan optimisme Indonesia. Ajakan untuk hijrah dari semangat negatif ke semangat positif, dari hoax ke fakta, dari kemarahan kemarahan ke kesabaran, dari hal yang buruk-buruk menjadi hal yang baik-baik. Hijrah dari ketertinggalan menuju kemajuan," jelas Jokowi.


Saksikan juga video 'MPR Gandeng Netizen Deklarasi Cegah Konten Hoax dan SARA':

[Gambas:Video 20detik]

(jor/aan)