Gus Dur Cs Deklarasikan Gerakan Nusantara Bangkit Bersatu

Gus Dur Cs Deklarasikan Gerakan Nusantara Bangkit Bersatu

- detikNews
Kamis, 01 Sep 2005 14:21 WIB
Jakarta - Mantan Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dan sejumlah tokoh nasional mendeklarasikan Gerakan Nusantara Bangkit Bersatu (GNBB). Deklarasi ini diilhami kesepakatan damai yang dibangun antara RI dan GAM.Tokoh nasional yang terlibat dalam deklarasi itu antara lain, Taufiq Kiemas, Jumhur Hidayat, Ray Rangkuti (KIPP), Ketua Umum PKB hasil Muktamar II Semarang Muhaimin Iskandar, mantan Ketua DPR RI Akbar Tandjung, mantan calon Wapres Marwah Daud Ibrahim, mantan Kapolda Metro Jaya Nugroho Djayusman, Hariman Siregar dan mantan Wapres Try Soetrisno, serta sejumlah tokoh lainnya."Kini sudah waktunya kita ikut campur tangan," tegas Gus Dur saat mendeklarasikan GNBB di kediaman orangtuanya, Jalan Taman Amir Hamzah Nomor 8, Jakarta Pusat, Kamis (1/9/2005)Gus Dur menjelaskan, pembentukan gerakan ini bukan untuk melawan atau menggulingkan pemerintahan SBY. "Tidak ada niatan kita melawan siapa-siapa. Takutnya keliru. Kita tetap pada pendirian kita. Pilihan kita ya begitu itu," katanya.Gus Dur juga menjelaskan arti dari logo GNBB yang berupa burung Garuda mencengkeram bendera merah putih. Lambang itu menggambarkan persatuan agar Merah putih tidak bercerai berai. "Lambang ini telah sah dan jelas. Isinya menyangkut kekhawatiran kita semua. Kita tidak boleh menyerah," tandas dia.Usai mendeklarasikan gerakan itu, tokoh lain yang hadir kemudian membubuhkan tanda tangan di atas selembar kertas yang menandakan dukungan mereka terhadap gerakan tersebut.Di bagian atas kertas itu tertulis kata-kata Nusantara Bangkit Bersatu. Di alinea pertama tertulis kalimat, Mensyukuri rahmat Tuhan YME yang mengizinkan terbentuknya NKRI berdasarkan Pancasila dan UUD 1945, kita telah menikmati 60 tahun kemerdekaan yang diperoleh dan dipertahankan dengan pengorbanan putra-putri terbaik bangsa.Alenia kedua tertulis, Menyadari ancaman perpecahan akibat krisis multidimensi, krisis moral maupun krisis kepercayaan rakyat, kami yang tergabung dalam gerakan Nusantara Bangkit Bersatu yang peduli akan kelangsungan hidup berbangsa dan bernegara, keadilan dan kesejahteraan rakyat, serta harkat dan martabat bangsa, dengan ini kami mengajak seluruh anak-anak bangsa tanpa membedakan ideologi, agama, bahasa, suku dan keturunan untuk bangkit bersatu. Pertama, menjaga, mempertahankan keutuhan dan kedaulatan NKRI. Kedua, menegakkan harkat martabat rakyat dan bangsa Indonesia. Ketiga, memperkokoh kembali persatuan dan kebersamaan rakyat. Keempat, menjamin penegakan dan kepastian bagi setiap warga masyarakat, dan kelima, ikut membangun dunia yang merdeka, adil, damai, dan beradab.Semoga rahmat dan ridho Tuhan YME menyertai cita-cita luhur pendiri bangsa dan anak bangsa. Demikian baris terakhir deklarasi tersebut.Sementara mantan Ketua DPR RI Akbar Tandjung dalam sambutannya menyatakan,keprihatinannya terhadap kondisi kenegaraan, dan ia mendesak pemerintah mencermati perundingan Helsinki. "Kita harus menolak MoU itu," teriak Akbar.Ia juga menyampaikan usulannya agar Kabinet Indonesia Bersatu dirombak. "Presiden harus berani mengambil langkah-langkah perubahan dalam posisi di kabinetnya," kata politisi gaek ini. (umi/)


Berita Terkait