Pak Menteri Masih Merangkap Direktur Perusahaannya
Kamis, 01 Sep 2005 14:22 WIB
Den Haag - Seorang menteri adalah manager negara. Namun apa jadinya jika dia masih merangkap sebagai direktur perusahaannya sendiri? Mampukah ia menahan diri dari vested interest? Penyingkapan patgulipat seorang menteri pengusaha ini bukan tentang menteri pengusaha kabinet Indonesia, melainkan di Negeri Belanda. Stasiun televisi publik NOS berhasil mengendus dokumen yang menunjukkan Menteri Pertanian Cornelis Pieter Veerman masih tercatat sebagai direktur pada empat dari lima perusahaannya di Prancis. Siaran berita NOS Rabu malam atau Kamis (1/9/2005) WIB itu seperti api menyambar ilalang di dunia perpolitikan Belanda. Parlemen Belanda hari ini juga menggelar sidang darurat dan memanggil Pak Menteri Veerman untuk memberikan keterangan.Dokumen yang disiarkan NOS itu menunjukkan bahwa Veerman masih tercatat di daftar perusahaan Kadin Prancis sebagai gerant (manajer) dan juga president (direktur) dari perusahaan-perusahaannya di luarnegeri: Prancis. Kedua term tersebut menurut NOS bermakna "presiden direktur". Temuan ini bisa membuat karir politik Veerman tamat, sebab di Belanda tidak boleh seorang menteri nyambi perusahaannya sendiri, demi mencegah vested interest.Veerman sendiri dalam keterangannya mengatakan bahwa dia telah mengundurkan diri dari semua jabatan sebagai direktur perusahaannya pada 2002 ketika dia diangkat sebagai menteri dalam kabinet Balkenende II. Disebutkan, bahwa dokumen Kadin Prancis tersebut merupakan kecerobohan notarisnya. Seharusnya dokumen perusahaan itu sudah dibereskan sejak 2001, tapi ternyata hal itu masih belum terjadi.Meskipun demikian dokumen yang diungkapkan NOS tersebut dapat membuat cerita versi Menteri Veerman menjadi hambar. Soalnya dokumen yang menyebutkan Veerman adalah presiden direktur perusahaan-perusahaan pribadinya di Prancis itu bertanggal gres, yakni 30/8/2005. Selain itu, ada berkas laporan perusahaan tahunan 2003 dari salah satu perusahaannya di Prancis, Veerman France SAS, yang membuktikan bahwa dia masih aktif, yakni berupa tandatangannya di situ.Beberapa pekan mutakhir Pak Menteri Veerman memang menuai badai kritik dan kecaman. Sebagai menteri pertanian, kebijakannya berbau memihak kepentingan perusahaan-perusahaannya yang semuanya bergerak di bidang pertanian, lima perusahaan di Belanda dan lima yang tersingkap di Prancis. Veerman antara lain menentang keras pencabutan subsidi Uni Eropa untuk sektor pertanian, karena dia sendiri menikmati subsidi-subsidi tersebut melalui perusahaannya.
(es/)











































