Dua Mantan Presiden Hadir, Eh...Katering Malah Absen

Dua Mantan Presiden Hadir, Eh...Katering Malah Absen

- detikNews
Kamis, 01 Sep 2005 14:17 WIB
Jakarta - Kejadian lucu namun tidak mengenakkan. Itulah yang dialami salah seorang politisi yang menggelar resepsi pernikahannya. Gara-gara katering yang absen, sang politisi itu pun tidak enak hati. Padahal, resepsi pernikahannya dihadiri oleh dua mantan Presiden. Sang politisi ini cukup dikenal. Dulu, dia pernah menjadi ketua umum salah satu parpol yang kritis terhadap pemerintah. Hingga kini, pria yang sudah merasakan sumpeknya LP Cipinang ini masih tetap eksis di dunia politik. Kini, dia menjadi think tank sebuah parpol besar. Rabu (31/8/2005) malam itu, memang menjadi nasib apes bagi pengantin lelaki. Dia tentu merasa dipermalukan dengan kejadian yang lucu, tapi juga mendongkolkan. Saat itu, dia bersama istrinya yang asal Padang menggelar resepsi pernikahannya di salah satu gedung mentereng di kawasan Senayan, Jakarta Selatan, dekat Gedung DPR/MPR. Akad nikah sudah dilakukan kedua mempelai Juli 2005 lalu. Karena dia sudah menjadi figur publik, wajar bila tamunya bejibun. Para tokoh politik dan aktivis prodemokrasi datang. Mantan Presiden Gus Dur dan Megawati pun datang. Taufiq Kiemas juga hadir. Sejumlah menteri, termasuk Menteri Kehutanan yang juga Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB), MS Kaban juga hadir. Lengkaplah sudah. Resepsi pernikahan juga dibuat cukup ramai. Maklum, mempelai wanita berasal dari Padang. Rencana penyelenggaraan resepsi ini juga sudah disusun sejak lama. Tapi, sepandai-pandainya manusia berencana, Tuhan pula yang menentukan. Resepsi itu digelar mulai pukul 19.00 WIB. Kursi kedua mempelai dan dekorasi resepsi tampak rapi. Kotak untuk 'amplop' juga sudah disediakan. Meja-meja yang dibungkus kain bersih untuk hidangan makanan dan minuman juga sudah tertata. Namun, ada yang ganjil dengan pagelaran resepsi itu. Meja hidangan dan minuman itu tampak kosong, tidak terisi makanan dan minuman. Oalah, ternyata pesanan katering tidak datang!Mengapa ini bisa terjadi? Sejumlah tamu merasa aneh juga dengan kosongnya hidangan santap malam. Namun, sebagian tamu lainnya sudah mafhum: jangan-jangan ini ulah aktivis yang kadang-kadang memang sering membuat kejutan. Tapi, benar, katering itu memang tidak ada hingga perhelatan usai. Seorang tamu yang hadir dalam perhelatan itu menceritakan, karena katering tidak datang, akhirnya teman-teman mempelai pria berinisiatif menyediakan makanan a la kadarnya. Sejumlah pedagang kaki lima (PKL) juga dipanggil untuk menyiapkan makanan seadanya. Memang unik. Seorang teman mempelai pria bercerita, tidak adanya katering ini sungguh kejadian yang tidak disangka-sangka. Ini musibah. Sebab, sebenarnya ada seseorang yang telah ditugasi untuk menyiapkan katering jauh hari sebelum hari H. Tapi, seseorang itu seakan telah menipunya. "Dua minggu sebelum hari H, mempelai pria sudah memesan katering. Tapi, karena seseorang yang ditugasi mencari konsumsi mengaku memiliki katering yang lebih bagus, sang mempelai pun membatalkan pesanannya itu. Tapi, kenyataannya malah seperti ini," ungkap dia kepada detikcom, Kamis (1/9/2005). Cerita liar pun juga muncul. Menurut salah seorang teman dekat mempelai pria, kabarnya ada seorang menteri yang telah menyanggupi untuk membantu katering untuk resepsi itu. Namun, saat hari H, janji itu tidak menjadi kenyataan. Karena merasa dipermalukan dengan insiden ini, sang mempelai pria pun merasa bersalah kepada tamunya. Sejak Rabu malam hingga Kamis (1/9/2005), sang mempelai pria menyebar SMS, yang intinya meminta maaf atas absennya katering saat resepsi berlangsung. Semoga kejadian yang dialami politisi ini bisa menjadi pelajaran berharga. (asy/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads