DetikNews
Senin 10 Desember 2018, 06:30 WIB

Tonton Blak-blakan Kepala Basarnas, SDM dan Alat Terbatas

Erwin Dariyanto - detikNews
Tonton Blak-blakan Kepala Basarnas, SDM dan Alat Terbatas Kepala Basarnas Marsekal Madya M. Syaugi (Foto: Grandyos Zafna)
Jakarta -

Dalam sehari rata-rata ada 10 - 20 laporan kejadian yang perlu penanganan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan atau Basarnas. Sementara jumlah personel Basarnas saat ini cuma 3.321 orang. Padahal idealnya dengan luas wilayah yang terdiri dari ribuan pulau, jumlah personel Basarnas minimal 7000 orang.

Guna menyiasati keterbatasan tersebut, Basarnas biasanya memanfaatkan berbagai potensi SAR di daerah dengan melibatkan berbagai institusi seperti TNI, Polri, Bakamla, BPPT, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Pertamina, serta para relawan.

"Kita punya potensi SAR di sana. Merekalah yang menangani persoalan sambil menunggu bantuan dari kantor SAR," kata Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Muhammad Syaugi kepada Tim Blak blakan detikcom.

Untuk mobilitas anggota dalam rangka pencarian korban di lapangan, saat ini Basarnas memiliki 170 kapal berukuran 12 - 60 meter, dan 8 helikopter jenis Bolkow, Dauphin, dan AW.

"Menyadari keterbatasan anggaran negara saat ini, kami menyiasatinya dengan mengoptimalkan untuk memanfaatkan potensi-potensi SAR melalui Deputi Pembinaan Tenaga dan Potensi," kata Syaugi.

Di luar keterbatasan SDM dan peralatan standar operasional, ada sejumlah peralatan canggih yang idealnya dimiliki Basarnas agar dapat menunaikan tugas secara efisien dan maksimal. Apa saja itu?

Simak paparan Kabasarnas M Syaugi selengkapnya dalam program Blak-blakan detikcom, Senin (10/12/2018) pukul 11.00 WIB.

[Gambas:Video 20detik]




(jat/jat)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed