DetikNews
Senin 10 Desember 2018, 06:27 WIB

Saat Anies Hingga Sandi Respons Survei Soal Toleransi di DKI

Ahmad Bil Wahid - detikNews
Saat Anies Hingga Sandi Respons Survei Soal Toleransi di DKI Anies-Sandiaga (Foto: Muhammad Ridho)
Jakarta - Indeks kota toleran versi Setara Institute yang menempatkan Jakarta di urutan ke-92 mendapat respons berbagai pihak. Tak hanya Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, hasil survei itu juga ditanggapi mantan Wagub DKI Jakarta Sandiaga Uno.

Dalam indeks itu, Setara menyusun peringkat kota paling toleran berdasarkan praktik-praktik toleransi di kota-kota di Indonesia. Ada 94 kota yang tingkat toleransinya diperiksa.

Beberapa poin yang diamati ialah kebebasan beragama, kesetaraan gender, serta inklusi sosial dijamin dan dilindungi UU. Selain itu, pernyataan dan tindakan aparatur pemerintah kota terkait toleransi juga diperhatikan.


Anies Baswedan tak serta-merta sepakat dengan indeks tersebut. Dia ingin membaca terlebih dahulu agar tahu daftar pertanyaan yang diajukan ke publik.

"Saya ingin baca nanti studinya, studi apapun kita harus baca supaya kita ketahui dan saya menganjurkan kepada Setara untuk mengumumkan daftar pertanyaanya kepada publik, kuesionernya, seluruh kuesionernya," kata Anies kepada wartawan di Lippo Mal Kemang, Jakarta Selatan, Sabtu (8/12).

Menurutnya, data mengenai kuesioner harus dibuka untuk mengetahui ragam pertanyaan dalam survei indeks Kota Toleran. Dia meminta Setara Institute mau mempublikasikan daftar pertanyaan survei kepada publik.

"Karena bisa saja pertanyaan itu disusun untuk mendapatkan jawaban tertentu. Misalnya gini, Anda seorang muslim saya tanya apakah anda salat 5 waktu? Cenderung menjawab iya, betul kan. Jadi pertanyannya pun juga harus diuji," ujar Anies.


Menteri dalam negeri Tjahjo Kumolo juga angkat bicara. Tjahjo menyoroti soal Pilgub DKI. Dia tak ingin pesta demokrasi tiap lima tahun itu malah memecah belah masyarakat.

Setahun setelah digelarnya Pilgub DKI, sebenarnya indeks toleransi di Jakarta sudah naik dua tingkat. Pada tahun 2017, Jakarta mendapat predikat kota dengan tingkat toleransi terendah karena menempati posisi paling bawah. Sementara pada 2018, Jakarta ada di posisi 92 dari 94 kota yang diamati Setara Institute.

"Jangan hanya karena kemarin beda pendapat dalam memilih gubernur menjadi seperti ini. Mari event 5 tahun jangan sampai memecah belah. Bayangkan kemarin waktu kemarin sesama tetangga bisa nggak kompak. Apalagi bicara masalah agama, etnis suku golongan. Sedih sekali itu," ungkap Tjahjo.


Lain halnya dengan Sandiaga. Mantan Wagub DKI yang sekarang ini maju sebagai cawapres itu menganggap masalah toleransi merupakan pekerjaan rumah (PR) bagi pemerintah dan warga Jakarta. Dia juga mengaitkan masalah toleransi dengan olahraga.

"Ya ini PR buat Jakarta kita terus genjot supaya Jakarta semakin toleran," kata Sandiaga di GOR Bulungan, Jakarta Selatan, Sabtu (8/12).

Sandiaga lantas mengaitkan toleransi dengan permainan bola basket. Kebetulan memang dia baru saja bermain bola basket di GOR tersebut.

"Harus lebih sering main basket. Karena kalau main basket itu politisi banget. Ada dari beribu-ribu suku sampai bule kita sangat toleran kalau main basket," kata Sandi.



Saksikan juga video 'Toleransi di Jakarta Rendah, Mendagri: Sedih Sekali':

[Gambas:Video 20detik]


(abw/mae)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed