Menhan: RI Memang Banyak Mengalah dalam MoU dengan GAM

Menhan: RI Memang Banyak Mengalah dalam MoU dengan GAM

- detikNews
Kamis, 01 Sep 2005 14:16 WIB
Jakarta - Pemerintah mengakui dalam nota kesepahaman (MoU) antara Indonesia dengan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) memang lebih banyak mengalah. Dalam MoU itu, pemerintah lebih mementingkan GAM mau menerima NKRI dan UUD 1945.Pengakuan itu disampaikan Menteri Pertahanan (Menhan) Juwono Sudarsono dalam konferensi pers di sela-sela simposium "Kebangsaan Bagimu Ibu Pertiwi" yang diadakan National Integration Movement di Gedung Lembaga Pertahanan Nasioanal (Lemhannas), Jalan Kebon Sirih, Jakarta, Kamis (1/9/2005)."Memang banyak mengalah, tapi arahnya adalah penerimaan terhadap NKRI dan UUD 1945. MoU ini adalah kemenangan kemanusiaan yang adil dan beradab," kata Menhan. Kontroversi atas MoU itu dinilai Menhan sebagai hal yang wajar karena terjadi penafsiran yang beragam. Multitafsir itu terjadi karena MoU merupakan nota kesepakatan bukan perjanjian internasional yang mempunyai penafsiran yang ketat. "Saya salut kepada Hamid Awaluddin dan rekan-rekan yang berhasil mendatangkan kesepakatan di luar rambu-rambu perjanjian internasional," kata Menhan. Sementara itu Gubernur Lemhannas Muladi menambahkan GAM juga telah berkorban untuk Mou tersebut. Pengorbanan itu antara lain GAM tidak lagi menuntut merdeka atau pun referendum. "Keputusan GAM itu harganya sangat mahal. Jadi MoU ini harus disambut dengan baik. Siapa pun yang melanggarnya, baik GAM atau pemerintah RI, mereka akan kehilangan dukungan internasional," tandas mantan Rektor Universitas Diponegoro itu. (iy/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads