Hari Antikorupsi, Dahnil Singgung Kasus Penyiraman Air Keras Novel

Hari Antikorupsi, Dahnil Singgung Kasus Penyiraman Air Keras Novel

Faiq Hidayat - detikNews
Minggu, 09 Des 2018 18:26 WIB
Hari Antikorupsi, Dahnil Singgung Kasus Penyiraman Air Keras Novel
Dahnil Anzar Simanjuntak (Usman Hadi/detikcom)
Jakarta - Hari ini, 9 Desember, adalah peringatan Hari Antikorupsi Internasional. Jubir Prabowo-Sandi, Dahnil Anzar Simanjuntak, sekaligus sahabat Novel Baswedan, mengatakan, jika terpilih jadi presiden, Prabowo akan menuntaskan kasus penyiraman air keras kepada penyidik KPK Novel Baswedan.

"Kemarin saya juga terkait kasus Novel Baswedan menjadi komitmen Prabowo-Sandi. Pak Prabowo menjadi presiden, pastikan salah satu kasus yang akan diselesaikan adalah kasus Novel dan Pak Prabowo akan membentuk TGPF," ujar Dahnil kepada wartawan di kantor Seknas Pemenangan Prabowo-Sandi, Jalan HOS Cokroaminoto, Menteng, Jakarta, Minggu (9/12/2018).

Dahnil mengatakan saat ini selalu berdiskusi dengan Novel Baswedan untuk menanyakan kabar perkembangan kasus penyidik KPK itu. Namun tidak komunikasi secara rutin karena dirinya sedang menjadi timses Prabowo-Sandi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT



"Saya dengan Novel sahabat, saya tentu secara politik tidak etis misalnya komunikasi intens dengan Novel hari ini. Sebagai sahabat tetap diskusi," kata Dahnil.

Lebih lanjut, menurut Dahnil, saat ini timses Prabowo-Sandi juga berfokus menyelesaikan kasus korupsi di Indonesia. Kasus korupsi tidak boleh menjadi alat politik dan mengkriminalisasi aktivis antikorupsi.

"Kasus korupsi tidak boleh lagi jadi sekadar penanganan hukum, menjadi alat politik, dan tidak boleh mengarah pada upaya kriminalisasi mereka yang menjadi aktivis antikorupsi dan sebagainya," kata dia.



Sebelumnya, Novel Baswedan disiram air keras pada 11 April 2017 setelah menunaikan salah subuh di masjid dekat rumahnya di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara. Namun sampai saat ini aparat penegak hukum belum berhasil menangkap pelaku. (fai/rvk)


Berita Terkait