Bara: SBY Harus Berani Ambil Tindakan Tidak Populer

Bara: SBY Harus Berani Ambil Tindakan Tidak Populer

- detikNews
Kamis, 01 Sep 2005 13:15 WIB
Jakarta - Paket kebijakan ekonomi yang diumumkan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) Rabu (31/8/2005) dinilai terlalu mengambang. Semestinya SBY berani mengambil tindakan yang tidak populer seperti reshuffle kabinet, khususnya tim ekonomi dan menaikkan harga BBM."Ketegasan SBY terhadap kedua hal tersebut sangat ditunggu, terutama oleh para pelaku pasar. SBY harus berani mengambil langkah yang tidak populer," kata pengamat politik Bara Hasibuan kepada detikcom melalui sambungan telepon, Kamis (1/9/2005).Dalam pandangan Bara, reshuffle kabinet sebaiknya segera dilakukan. Reshuffle kabinet bersifat urgent mengingat kepercayaan publik dan pasar terhadap beberapa anggota kabinet, khususnya tim ekonomi, sudah sangat menurun. Kalau menunggu sampai dua bulan mendatang, kerusakan akan makin besar. Langkah ini akan berpengaruh positif bagi modal politik SBY."Modal politik ini penting digunakan ketika SBY harus mengambil tindakan yang tidak populer," tukas Bara.Reshuffle kabinet juga menjadi lebih mendesak mengingat SBY akan berangkat ke AS pada 11 September 2005. Salah satu agenda kunjungan itu adalah pertemuan dengan para investor. Jika presiden masih membawa tim ekonomi lama yang sudah tidak kredibel di mata pasar, usaha untuk meyakinkan para investor guna menanamkan modalnya di Indonesia menjadi tidak efektif."Jadi sebaiknya reshuffle kabinet dilakukan sebelum SBY berangkat ke AS. Dengan demikian SBY dapat membawa tim baru yang fresh dan kredibel," tutur Bara. (jon/)


Berita Terkait