Kejahatan Valas Terjadi Akibat Sistem Devisa Bebas

Kejahatan Valas Terjadi Akibat Sistem Devisa Bebas

- detikNews
Kamis, 01 Sep 2005 12:46 WIB
Jakarta - Presiden SBY menengarai adanya kejahatan valas, sehingga membuat rupiah pun babak belur hingga mendekati Rp 11.000 per dolar AS. Kejahatan itu mudah terjadi akibat sistem devisa bebas."Selama ini kan kita menganut sistem devisa bebas, jadi sangat sulit untuk mengontrol keluar-masuknya uang," kata Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) Yunus Hussein kepada detikcom melalui telepon, Kamis (1/9/2005).Menurut Yunus selama ini orang yang akan membawa uangnya ke luar negeri hanya memiliki kewajiban melaporkan ke Bea Cukai."Itu pun jika jumlahnya di atas Rp 100 juta. Uang yang masuk maupun keluar hanya wajib dilaporkan ke Bea Cukai. Selanjutnya Bea Cukai melaporkan ke PPATK. Jadi sangat sulit untuk mengetahui apakah ada tindak pidana atau tidak," tandasnya.Meski mengaku agak kesulitan mendeteksi peredaran keluar masuknya dana dari dalam maupun luar negeri, pihak PPATK akan terus menjalin kerja sama dengan kepolisian dan Bea Cukai untuk bisa mendeteksi aliran dana tersebut."Kita dengan kepolisian koordinasinya sangat bagus. Bahkan kita sudah sepakat akan mengadakan pertemuan rutin setiap bulan," tandas Yunus Hussein. (san/)


Berita Terkait