HUT ke-57
Polwan Pun Masih Doyan Ngerumpi
Kamis, 01 Sep 2005 12:15 WIB
Jakarta - Ibu-ibu rumpi bukan cuma julukan untuk kumpulan ibu arisan atau ibu rumah tangga. Ibu-ibu yang pakai seragam gagah pun masih doyan ngerumpi ternyata.Hobi yang satu ini sepertinya memang tidak pandang bulu atas apa pun profesi yang disandang perempuan. Bahkan profesi polisi wanita (Polwan) sekalipun.Meski Polwan bisa mengeluarkan jurus-jurus maut saat berhadapan dengan penjahat, dan pasang muka angker saat menilang pelanggar lalu lintas, tapi begitu acara kumpul sesama ibu, canda riang dan tawa serta berbagai cerita pun meluncur.Hobi asyik ngerumpi inilah yang kemudian membuat seorang pria berseragam gagah agak kesulitan berbicara di hadapan seribuan Polwan. Merasa tidak diperhatikan alias dicuekin, dia pun berusaha melontarkan sindiran sambil guyon."Lucu yah, tema ulang tahunnya: 'Meningkatkan Profesionalisme Polwan'. Ini kan harusnya diikuti dengan etika yang tinggi. Maksudnya, kemampuan berbicara pada saatnya," sindir sang pria.Hasilnya cukup lumayan, suasana yang sebelumnya agak riuh dengan suara bisik-bisik seribuan Polwan, mereda."Ternyata sangat lucu sekali bahwa suatu acara dibuka dan diberi kata pembukaan, saya justru malah mendengar semua bicara sendiri-sendiri, sehingga kata sambutan tidak didengarkan. Ini kan tidak sesuai dengan tema," rajuk sang pria.Bukannya tersipu malu, suasana yang sempat hening itu malah langsung geerrr dengan tawa ngakak seribuan Polwan. Sedangkan sang pria hanya bisa mesem-mesem.Sang pria 'malang' itu padahal punya jabatan tinggi dibandingkan seribuan Polwan yang sedang dihadapinya itu. Dia adalah Wakapolri Komjen Pol Adang Dorodjatun. Tapi dia pun hanya bisa pasrah mengingat yang juga dihadapinya adalah seribuan 'ibu rumpi'.Begitulah kehangatan suasana dalam acara HUT ke-57 Polwan di Wisma Bhayangkari Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta, Kamis (1/9/2005).Para Polwan yang hadir tampak gagah dengan seragam kemeja dan rok coklat. Tapi hasrat untuk tampil manis layaknya perempuan juga tidak diabaikan. Polesan bedak, bibir yang merekah merah, pipi yang bersemburat kemerahan, dan rambut yang tertata rapi tetap menghiasi wajah para Polwan.Pada awal acara mereka tampak duduk tertib saat mengikuti upacara dalam ruangan tertutup itu. Tapi begitu selesai upacara dan memasuki acara ulang tahun, suasana khidmat pun berubah.Suara bisik-bisik mulai terdengar. Memang sih hanya bisik-bisik, tapi bayangkan jika yang bisik-bisik itu seribuan perempuan dalam satu ruangan.Itu sebabnya Wakapolri Komjen Pol Adang Dorodjatun merasa kesulitan ketika hendak membacakan sambutan tertulis Kapolri Jenderal Pol Sutanto di hadapan seribuan Polwan tersebut, sehingga akhirnya terpaksa melontarkan sindiran bernada guyon itu.Setelah guyonnya berhasil meledakkan tawa para Polwan, suasana pun lumayan hening, sehingga Wakapolri akhirnya bisa membacakan sambutan tertulis Kapolri. "Polwan di usia ke-57 ini semakin maju. Kuota Polwan meningkat. Jumlah Kasatwil dari Polwan bertambah. Proses seleksi Kasatwil sudah mulai meningkat dan kapabel. Yang menjadi kapolres dan kapolsek juga semakin bertambah dari Polwan," puji Kapolri seperti dibacakan Wakapolri tanpa merinci jumlahnya.Plok, plok, plok! Para Polwan pun bertepuk tangan dengan bangga atas kemajuan kaumnya.Begitu Wakapolri turun mimbar, suasana menghangat lagi dengan acara rumpi ria. Kali ini tidak dengan bisik-bisik, tapi sudah dengan volume suara normal.Tari dan lagu pun dipersembahkan. Suguhan tari-tarian dipersembahkan atas asuhan istri Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Firman Gani dan istri Kabareskrim Mabes Polri Komjen Pol Makbul Padmanegara. Sedangkan untuk aksi menyanyi, para Polwan unjuk kebolehan memperdengarkan suara merdunya. Selamat ulang tahun Polwan!
(sss/)











































