Nyaris 1.000 Warga Irak Tewas, Pemimpin Dunia Belasungkawa
Kamis, 01 Sep 2005 10:24 WIB
Jakarta -
Nyaris seribu orang tewas akibat kepanikan yang dipicu isu bom di atas Sungai Tigris, Baghdad, Irak. Para pemimpin dunia menyampaikan belasungkawa atas peristiwa berdarah itu.Pemerintah Iran menyatakan berduka dan merasa simpati pada rakyat dan pemerintah Irak. Menurut juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Hamid Reza Asefi, ada pihak-pihak mencurigakan yang terlibat dalam konspirasi untuk menimbulkan kekerasan dan pertumpahan darah di kalangan kelompok-kelompok dan suku Irak yang berbeda, sehingga mereka bisa merusak keamanan dan ketenangan rakyat Irak.Sedikitnya 965 warga Irak tewas terinjak ataupun tenggelam ketika warga yang penuh sesak menyeberangi jembatan di atas Sungai Tigris untuk melakukan ritual keagamaan di masjid setempat. Insiden maut ini diawali dengan adanya rumor bahwa dua pengebom bunuh diri berada di antara massa. Mendengar isu ini, warga langsung panik dan berlarian menyelamatkan diri. Saat itulah korban jiwa berjatuhan.Ucapan belasungkawa juga disampaikan pemerintah Suriah yang bertetangga dengan Irak. Demikian seperti diberitakan kantor berita AFP, Kamis (1/9/2005).Sekjen PBB Kofi Annan melalui juru bicaranya, juga menyataka kesedihannya atas kematian massal ini. "Sekjen merasakan kesedihan mendalam atas tragedi kemanusiaan yang terjadi di Baghdad," ujar juru bicara Annan, Marie Okabe.Pemerintah AS juga sangat menyesalkan jatuhnya korban jiwa di antara para warga sipil itu. Begitu pula di London, Inggris yang memegang kepresidenan Uni Eropa, mengutuk peristiwa itu dan menyalahkan teroris atas kejadian tragis itu."Ini tragedi yang paling mengejutkan dan mengerikan, yang dipicu terorisme, dan skalanya nyaris tak bisa dibayangkan," tukas Menteri Luar Negeri Inggris Jack Straw dalam sebuah statemen. Dikatakan Straw, Inggris dan Uni Eropa mengecam keras mereka yang terus menggunakan cara kekerasan dan teror untuk mencapai tujuan mereka di Irak. Ucapan belasungkawa juga datang dari pemerintah Mesir, Pakistan, Italia, Jerman, Spanyol, Kanada dan lainnya.
(ita/)










































