DetikNews
Jumat 07 Desember 2018, 18:30 WIB

Bamsoet Sebut Ancaman Indonesia Saat Ini Adalah Proxy War

Robi Setiawan - detikNews
Bamsoet Sebut Ancaman Indonesia Saat Ini Adalah Proxy War Foto: Luthfi Anshori
Jakarta - Ketua DPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) menegaskan saat ini Indonesia memang tidak menghadapi ancaman fisik bersenjata dari negara lain. Namun, ancaman yang ada adalah perang pemikiran serta ideologi yang bertentangan dengan Pancasila, seperti ancaman liberalisme, kapitalisme, radikalisme, maupun terorisme.

"Ancaman yang kita hadapi adalah perang modern yang dikenal sebagai proxi-war, dengan menggunakan kekuatan-kekuatan dari dalam negeri sendiri. Yang kita hadapi kebebasan tanpa batas, ancaman radikalisme, dan terorisme, tindakan intoleransi serta merebaknya politik identitas dalam jagad kehidupan politik kita," ujar Bamsoet dalam keterangan tertulis, Jumat (7/12/2018).

Hal tersebut disampaikan Bamsoet dalam sambutannya pada pembukaan Jambore Bela Negara Forum Komunikasi Putra-Putri Purnawirawan TNI/Polri Indonesia (FKPPI), di Bumi Perkemahan Ragunan, Jakarta.

Bamsoet mengatakan seluruh keluarga besar FKPPI merasa bahagia sekaligus bangga karena untuk kesekian kalinya Presiden Joko Widodo (Jokowi), di tengah-tengah kesibukan menjalankan tugas-tugas kenegaraan, hadir dalam acara FKPPI. Menurutnya ini merupakan bukti Jokowi cinta kepada FKPPI.

"Kalau beliau cinta kepada FKPPI, rasanya kurang elok kalau FKPPI tidak cinta kepada beliau. Jadi, kalau ada pihak-pihak yang mengkait-kaitkan Bapak Jokowi dengan isu PKI, kita wajib membelanya," katanya.


Menurutnya saat ini FKPPI patut bangga ada Jokowi sebagai anggota kehormatan FKPPI yang maju kembali di pertarungan Pilpres 2019. Untuk itu dirinya pun mengajak untuk sama-sama menyatukan dan merapatkan barisan.

"Mari Berjuang! Lebih cepat lebih baik. Yakinlah, bersama kita pasti bisa!" serunya.

Untuk diketahui, Jambore Bela Negara FKPPI ini dibuka oleh Jokowi. Sejumlah pejabat negara pun turut hadir dalam acara tersebut, antara lain Menhan Ryamizard Ryacudu, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menko Polhukam Wiranto, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, dan Mensos Agus Gumiwang.

Sebagai ketua penyelenggara, Bamsoet yang juga Kepala Badan Bela Negara FKPPI ini memaparkan Jambore Bela Negara FKPPI diikuti sekitar 1.350 kader dari seluruh Indonesia.

Para kader akan mendapatkan wawasan tentang ideologi Pancasila beserta ancaman, tantangan, hambatan, dan gangguannya (ATHG), wawasan kebangsaan, masalah pertahanan dan keamanan, serta latihan fisik dan keprajuritan.

"Usai mengikuti jambore, para peserta akan mempunyai ketahanan ideologi, ketahanan wawasan dan mental, serta keterampilan dalam bela negara. Mereka akan menjadi agen bangsa yang setia terhadap NKRI, menyuburkan perdamaian, dan menguburkan permusuhan," tuturnya.


Menurutnya melalui Jambore Bela Negara, FKPPI ingin menggelorakan kembali semangat bela negara kepada setiap warga. Jangan sampai bangsa Indonesia terlena dengan berbagai bentuk ancaman yang dapat mengganggu kelangsungan kehidupan bangsa dan negara.

"FKPPI akan terus memantapkan wawasan kebangsaan, wawasan kenegaraan, dan wawasan kejuangan. Sosialisasi empat pilar kebangsaan tidak boleh berhenti, yaitu Pancasila, UUD 1945, Negara Kesatuan Republik Indoneia, dan Bhinneka Tunggal Ika. Itulah sebabnya, kami menyelenggarakan Jambore Bela Negara FKPPI ini," terangnya.

Wakil Ketua Umum Pemuda Pancasila ini menuturkan sebagai bagian dari 'anak kolong', dirinya dan seluruh kader FKPPI sejak kecil sudah diajarkan tentang nilai-nilai kejuangan, cinta Tanah Air, cinta persatuan dan kesatuan, serta cinta Pancasila dan NKRI. Bagi FKPPI, Pancasila dan NKRI adalah harga mati.

"Darah kami adalah darah perjuangan. Siapa pun yang ingin berupaya merusak persatuan dan kesatuan bangsa, mengoyak-ngoyak kebinnekaan, melawan Pancasila, serta mengancam NKRI, maka kami akan berada di barisan terdepan untuk melawan mereka," tegasnya.

Dirinya juga mengajak seluruh kader FKPPI mendukung pemerintahan Presiden Joko Widodo. Terlebih Presiden Joko Widodo merupakan Anggota Kehormatan FKPPI.

"Kita harus terus mendukung pemerintahan Presiden Joko Widodo. Majunya kembali Presiden Joko Widodo di Pilpres 2019 merupakan bagian dari perjuangan FKPPI menjamin terus tegaknya NKRI. Mari kita dukung bersama," pungkas Bamsoet.
(idr/idr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed