DetikNews
Jumat 07 Desember 2018, 11:18 WIB

Warga Cerita Ngerinya Puting Beliung Bogor: Seperti Kiamat!

Farhan - detikNews
Warga Cerita Ngerinya Puting Beliung Bogor: Seperti Kiamat! Kerusakan di Lawanggintung Kota Bogor Usai Diterjang Puting Beliung Foto: Farhan/detikcom
Bogor - Warga cerita dahsyatnya terjangan puting beliung yang melanda Kota Bogor, Jawa Barat, Kamis (6/12) sore. Saat puting beliung datang, sejumlah warga mengaku sangat ketakutan dan hanya bisa pasrah.

Cerita itu disampaikan Erni Sabariah (42) warga kelurahan Lawanggintung, Bogor Selatan, Kota Bogor. Wilayah ini merupakan lokasi yang paling parah terdampak puting beliung.

Erni mengatakan, sekitar pukul 15.00 WIB dirinya dan warga lainnya melihat puting beliung terbentuk dari arah Gunung Salak. Warga kemudian masuk ke dalam rumah karena hujan deras turun.


Tidak disangka, puting beliung itu ternyata datang menerjang permukiman warga termasuk di Lawanggintung. Menurut Erni, tiba-tiba terdengar suara gemuruh.

"Saya di rumah seperti kiamat. Semua berterbangan. Saya pasrah, siap mati. Kalau nggak ada umur saya pasrah. Anak nangis, suami kerja. Itu angin kelihatan dari jauh. Kirain nggak sampai sini taunya nyampe. Angin kelihatan jam tiga sore. Sampe rumah sini setengah empat. Di sini 30 menit. Angin berhenti jam empat sore," ujarnya.

Pantauan detikcom, rumah Erni terlihat rusak parah. Dinding bagian dapurnya ambruk dan atap rumahnya sebagian besar hilang disapu puting beliung. Barang-barang di rumahnya berantakan. Semalam Erni tidur di pengungsian terdekat bersama suami dan dua orang anaknya.

Cerita senada disampaikan warga bernama Andriansyah, warga Lawanggintung lainnya. Dia mengaku tidak menyangka puting beliung akan menerjang rumahnya.


"Memang seperti kiamat," ucapnya.

Saat puting beliung menerjang, Andriansyah mengaku kebingungan. Jika diam di rumah dia takut tertimpa bangunan, sementara lari ke luar ada angin besar. Andriansyah sempat berdiri di teras rumah sambil memegangi anaknya yang terus menangis. Dia kemudian memutuskan untuk berlari ke arah Stasiun Batutulis.

Saat berlari, badan Andriansyah sempat terhempas karena angin begitu kencang. Namun dia dan anaknya akhirnya selamat. Dia berlari ke arah stasiun bersama sejumlah warga lainnya. Stasiun ini sendiri mengalami kerusakan cukup parah khususnya di bagian atap.

Wali Kota Bogor Bima Arya mengatakan, tercatat sejauh ini ada 900 rumah warga yang rusak. Pemkot Bogor berjanji akan memberikan bantuan kepada para warga di pengungsian.


Tonton juga ' Ganas! Hujan Angin Amuk Bogor, Atap Rumah Terhempas ':

[Gambas:Video 20detik]


(hri/fdn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed