DetikNews
Kamis 06 Desember 2018, 16:27 WIB

Wawancara Eksklusif

Proyek Infrastruktur untuk Kampanye Jokowi, Ini Jawaban Luhut

Erwin Dariyanto - detikNews
Proyek Infrastruktur untuk Kampanye Jokowi, Ini Jawaban Luhut Foto: Muhammad Ridho
Jakarta - Pembangunan infrastruktur yang masif di masa pemerintah Joko Widodo (Jokowi) dituding hanya untuk kepentingan kampanye Pemilihan Umum 2019. Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon misalnya, menilai pembangunan infrastruktur hanya sekadar pencitraan Jokowi.

Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan, yang dikenal dekat dengan Jokowi, tak mempersoalkan anggapan tersebut. Sebab, menurut dia, apa pun yang dilakukan oleh pemerintah sekarang selalu dianggap kampanye oleh kubu oposisi.

"Ya bisa saja kampanye kan orang apa saja dikerjakan dibilang kampanye, tapi kan kampanye kita konkret," kata Luhut saat wawancara eksklusif dengan detikcom yang tayang Kamis, 6 Desember 2018.

Sejak dulu, kata Luhut, pemimpin negara ini bermimpi membangun infrastruktur. Mimpi ini kemudian diwujudkan oleh Jokowi. Misalnya, proyek jalan tol yang menghubungkan Banten hingga Banyuwangi di Jawa Timur.

"Mana orang terbayang orang bisa jalan dari Banten sampai Banyuwangi on the way nanti sampai 2018-2019, nggak ada kan," kata dia.

Belum lagi sejumlah infrastruktur di daerah perbatasan yang semua orang bahkan tak pernah membayangkan sebelumnya kini terwujud di masa Jokowi. Salah satunya pembangunan jalan Merauke sampai Boven Digul sepanjang 400 kilometer.

Ada juga jalan di perbatasan Kalimantan dengan Malaysia sepanjang kurang-lebih 1.400 kilometer yang kini sudah hampir selesai. Semua infrastruktur perbatasan itu pernah menjadi mimpi Luhut saat dia masih menjadi prajurit TNI dengan pangkat perwira pertama.

Luhut dan kawan-kawan ketika itu membayangkan jalan-jalan di perbatasan Indonesia dengan negara tetangga dibangun. Dia menyebutnya semacam security belt. "Sekarang oleh presiden dibuat, bisa. Kok bisa, ya apakah semua sudah berhasil, ya tentu nggak lah, masih banyak lah kurangnya di sana sini, tapi kita sudah membuktikan bahwa sebagian besar daripada rencana itu jalan, dan tidak ada yang tertunda, tidak ada yang mangkrak," bebernya.
(erd/fdn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed