DetikNews
Kamis 06 Desember 2018, 15:42 WIB

JK soal KKB Tembak Pekerja Trans Papua: Harus Ditangkap!

Jeka Kampai - detikNews
JK soal KKB Tembak Pekerja Trans Papua: Harus Ditangkap! Wapres JK berkemeja biru. (Jeka Kampai/detikcom)
Padang - Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) menyatakan Polisi dan TNI bakal menyelesaikan masalah penembakan pekerja proyek Trans Papua oleh kelompok kriminal bersenjata (KKB). Dia mengatakan semua pelaku harus ditangkap.

"Polisi dan tentara akan selesaikan itu. Harus ditangkap mereka," kata Wapres setelah membuka Kongres Ke-21 Perhimpunan Insinyur Indonesia (PII) di Padang, Sumatera Barat, Kamis (6/12/2018).


JK menyebut para korban sebagai pahlawan pembangunan. Dia memastikan proyek pembangunan Trans Papua bakal terus berjalan.

"Tentunya kita berduka dan sangat menghargai korban sebagai pahlawan pembangunan. Proyek jalan terus," tuturnya.

Penembakan pekerja proyek jembatan di jalur Trans Papua terjadi pada Minggu, 2 Desember 2018. Menurut keterangan korban selamat, para pekerja itu sebelumnya disandera sejak Sabtu, 1 Desember 2018.

Informasi awal menyebutkan ada 32 pekerja proyek yang disandera KKB pimpinan Egianus Kogoya. Kemudian 24 orang di antaranya ditembak mati, sedangkan 8 orang lain melarikan diri dan bersembunyi.

Namun KKB menangkap 8 orang itu. Tujuh orang di antaranya dibunuh, sedangkan seorang lainnya belum diketahui nasibnya karena berhasil melarikan diri lagi.

Data itu dibenarkan oleh Kabid Humas Polda Papua Kombes Ahmad Musthofa Kamal saat dimintai konfirmasi pada Senin, 3 Desember 2018. Namun, menurut Kamal, data itu masih berupa informasi awal.


Informasi awal itu sedikit berbeda dari keterangan seorang korban selamat berinisial JA. Sepengetahuan JA, ada 19 orang yang tewas dieksekusi. Kemudian empat orang berhasil melarikan diri, termasuk dia. Selain itu, JA menyebut ada dua orang yang menyelamatkan diri, tapi terpisah dan nasibnya hingga kini belum diketahui.

Kapolri Jenderal Tito Karnavian kemudian menyampaikan bila total korban tewas dalam peristiwa itu berdasarkan data yang didapatnya per Rabu, 5 Desember 2018, adalah 20 orang. Tito menyebut 20 orang itu terdiri atas 19 orang pekerja dan 1 anggota TNI.

"Informasi sementara (yang tewas) 20," kata Tito.

Kemudian, pada hari Kamis, 6 Desember 2018, Wakapendam Kodam XVII Cenderawasih, Letkol Inf Dax Sianturi menyebut tim gabungan TNI-Polri sudah mencapai titik lokasi para korban tewas. Tim, disebut Dax, menemukan 16 jenazah, tapi belum dapat dipastikan identitasnya.

Selain itu, menurut Dax, ada tiga korban lainnya yang ditemukan selamat. Dengan begitu, menurut Dax, total korban selamat yang ditemukan adalah 15 orang, yang terdiri atas 7 karyawan Istaka Karya, 6 pekerja bangunan puskesmas Mbua, dan 2 pekerja SMP Mbua.
(haf/haf)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed