DetikNews
Rabu 05 Desember 2018, 16:10 WIB

Kemenhub Batasi Angkutan Barang Jelang Natal dan Tahun Baru

Eva Safitri - detikNews
Kemenhub Batasi Angkutan Barang Jelang Natal dan Tahun Baru Konpers Kemenhub (Arief Ikhsanudin/detikcom)
Jakarta - Menjelang Natal dan tahun baru, Kementerian Perhubungan membatasi kegiatan operasional angkutan barang selama enam hari. Pembatasan itu berlaku di empat ruas jalan tol dan tiga jalan nasional.

Kasubdit Manajemen Rekayasa Lalu Lintas Perhubungan Darat Avi Mukti Amin menjelaskan pembatasan angkutan barang diberlakukan selama enam hari. Pembatasan diterapkan pada 21, 22, dan 25 Desember 2018, lalu di masa tahun baru pada 28-29 Desember 2018 dan 1 Januari 2019.

"Pada 21 Desember berlaku mulai pukul 00.00 WIB sampai 22 Desember pukul 24.00 WIB dan berlaku dua ruas pada jalan tol Jakarta-Merak, Jalan Tol Prof Soedyatmo, Jalan Tol Lingkar Luar Jakarta (Jakarta Outer Ring Road/JORR), jalan tol Bawen-Salatiga, jalan nasional Medan-Brastagi Tanah Karo, jalan nasional Tegal-Purwokerto, jalan nasional Mojokerto-Caruban," ujarnya saat konferensi pers di kantor Kemenhub, Jakarta Pusat, Rabu (5/12/2018).



"Tak hanya itu, pada 21-22 Desember, berlaku satu arah pada Jalan Tol Jakarta-Cikampek, arah ke Cikampek; jalan tol Cikampek-Padalarang-Cileunyi arah ke Cileunyi; jalan nasional Pandaan-Malang arah ke Malang; jalan nasional Probolinggo-Lumajang arah ke Lumajang; dan jalan nasional Gilimanuk-Denpasar arah ke Denpasar," lanjut Avi.

Lalu pada 25 Desember berlaku mulai pukul 00.00 WIB sampai pukul 24.00 WIB di ruas Jalan Tol Jakarta-Cikampek arah ke Jakarta.

Sementara itu, untuk masa tahun baru dimulai 28 Desember 2018 pukul 00.00 WIB sampai 29 Desember 2018 pada pukul 24.00 WIB diberlakukan hal serupa di jalur yang sama saat Natal. Lalu dilanjutkan pada 1 Januari 2019 mulai pukul 00.00 WIB sampai pukul 24.00 WIB.

"Tanggal 1 Januari kita batasi pada ruas Jalan Tol Jakarta-Cikampek arah Jakarta dan jalan nasional Denpasar-Gilimanuk arah ke Gilimanuk," ujar Avi.



Avi mengatakan tidak semua angkutan barang dibatasi kegiatan operasionalnya. Pembatasan kendaraan angkutan barang ini hanya berlaku bagi kendaraan yang melebihi muatan 14 ribu kg, mobil barang sumbu 3 atau lebih, dan mobil barang dengan kereta tempelan atau kereta gandeng, serta mobil barang yang digunakan untuk mengangkut bahan galian, tambang, dan bahan bangunan.

"Untuk kendaraan pengangkut BBM dan gas, barang ekspor dan impor dari dan ke pelabuhan ekspor atau impor, ternak, pupuk, hantaran pos dan uang, serta bahan makanan pokok masih bisa beroperasi," katanya.

"Kebijakan pengaturan lalu lintas dan pengaturan operasional kendaraan angkutan barang ini diberlakukan untuk menjaga ketersediaan barang dan kelancaran pasokan barang konsumsi dan barang ekspor," imbuh Avi.



Jadi angkutan barang dibebaskan melintas pada 23, 24, 26, 27, 30, dan 31 Desember 2018. Sebab, menurut Avi, dari hasil data tahun lalu, tidak ada aktivitas peningkatan kendaraan di tanggal tersebut.

"Melihat data hasil evaluasi tahun lalu, yang cenderung tidak ada peningkatan jumlah pergerakan pada tanggal tertentu, pada tanggal 23, 24, 26, 27, 30, dan 31 Desember tidak diberlakukan pembatasan angkutan barang pada periode Nataru 2018 ini," pungkasnya.
(eva/zap)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed