Kepanikan di Atas Sungai Tigris
Korban Tewas Jadi 769 Orang
Kamis, 01 Sep 2005 00:31 WIB
Jakarta - Jumlah korban tewas akibat kepanikan yang terjadi saat akan menyeberangi Sungai Tigris di Baghdad, Irak, bertambah. Setidaknya 769 orang meninggal dan 307 luka-luka dalam musibah naas itu."Kebanyakan korban tewas adalah wanita dan anak-anak," kata jurubicara Menteri Dalam Negeri Iraq Adnan Abdul Rahman sambil menambahkan ini adalah musibah dengan korban tewas terbesar di Irak pasca invasi Amerika pada tahun 2003.Sementara data korban tewas dan luka-luka dilansir kantor berita The Associated Press, Kamis (1/9/2005), dengan mengutip Menteri Kesehatan Irak Swadi Karim. Hamid Jassim, seorang dokter yang ada di tempat kejadian, menuturkan mayoritas korban tewas karena kehabisan udara atau remuk karena terinjak-injak. "Banyak orang panik sehingga berlompatan ke sungai Tigris untuk menyelamatkan diri dalam keadaan patah tulang. Ada juga yang tenggelam karena mereka tidak bisa berenang," katanya.Seorang korban yang selamat, Fadhel Ali (28) mengatakan ketika hendak melintas jembatan ia mendengar ada pembom bunuh diri diantara kerumunan orang. "Semua jadi panik, maka saya melompat dari jembatan ke sungai, berenang dan mencoba menyelamatkan diri. Saya melihat wanita, anak kecil dan orang tua berjatuhan ke dalam sungai setelah saya."Saat peristiwa naas ini terjadi warga sedang berduyun-duyun untuk pergi ke masjid Syiah di Baghdad utara. Saat melintasi jembatan, warga yang tumpah ruah itu mendengar rumorbahwa pembom bunuh diri ada di antara mereka dan menimbulkan kepanikan.Dan, rumor itu ternyata benar-benar rumor. Kepolisian Irak tidak menemukan bahan peledak, baik di setiap orang yang diperiksa maupun di dalam mobil di sekitar tempat kejadian.Akibat kejadian tragis ini Perdana Menteri Irak Ibrahim al-Jaafari, yang juga penganut Syiah, mengumumkan berkabung nasional selama tiga hari.
(gtp/)











































