Eks GAM: Jika Keadilan Sudah Dimiliki, Itulah Kemerdekaan

Eks GAM: Jika Keadilan Sudah Dimiliki, Itulah Kemerdekaan

- detikNews
Rabu, 31 Agu 2005 22:20 WIB
Banda Aceh - Cita-cita kemerdekaan sudah dikubur, minimal sementara, oleh anggota Gerakan Aceh Merdeka. Paling tidak, begitulah bila merujuk jawaban seorang tokoh GAM ketika ditanya apakah masih ada keinginan untuk memperjuangkan kemerdekaan Aceh."Jika keadilan, kesejahteraan rakyat sudah dimiliki, itulah kemerdekaan," kata Menteri Keuangan GAM Tgk Muhammad Usman Lampoh Awe setibanya di Bandara Sultan Iskandar Muda, Blang Bintang, Aceh Besar, Rabu (31/8/2005).Usman adalah salah satu dari ratusan tahanan dan narapida anggota GAM yang dibebaskan dari berbagai lembaga pemasyarakatan di Pulau Jawa. Pembebasan ini terkait pemberian amnesti dan abolisi bagi anggota GAM sebagai pelaksanaan MoU RI-GAM.Usman berharap dengan ditandatanganinya MoU, proses perdamaian abadi bisa tercapai di Aceh. "Kami bersama sejumlah elemen GAM lain sangat mendukung proses ini." Namun tentang detil dari isi MoU, Usman tidak mau berkomentar banyak. Sebab selama ini dirinya berada di LP dan tidak tau banyak soal itu. "Nanti akan dipelajari secara detil," katanya singkat.Usman Lampoh Awe yang semasa Jeda Kemanusiaan satu, dua dan CoHA duduk sebagai juru runding GAM harus mendekam selama dua tuhun lebih LP Pulau Jaya karena dihukum dalam kasus makar. Tengku Kamaruzzaman, salah seorang petinggi GAM lainnya, menyatakan gembira bisa kembali ke Aceh. Menurutnya, langkah pertama yang akan dilakukannya adalah adalah melihat saudara-saudaranya yang terkena tsunami di Aceh.Imbauan KapoldaSementara itu Kapolda NAD Irjen Bahrumsyah Kasman, yang ikut menyambut kedatangan para mantan tahanan dan napi GAM, mengatakan jika ada eks anggota GAM yang merasa ragu untuk kembali kemasyarakat itu hal yang wajar.Kapolda mengharapkan semua pihak untuk melindungi para napi GAM yang sudah bebas. "Jika nanti ada gangguan yang membahayakan pada diri mereka diminta untuk segera melapor kepolisi setempat. Karena polisi sudah siap untuk memberikan perlindungan kepada mereka," katanya..Wakil Ketua Tim Aceh Monitoring Mission (AMM) Letjen Nipat Thonglek menyebutkan kehadiran mereka ke Bandara Sultan Iskandar Muda guna memantau pemulangan napi GAM ke Aceh. "Kami menyampaikan terima kasih kepada pemerintah Indonesia yang begitu serius dalam melaksanakan MoU," katanya. (gtp/)


Berita Terkait