Tanpa Reshuffle Kabinet, Krisis Tak Akan Selesai
Rabu, 31 Agu 2005 20:13 WIB
Jakarta - Presiden menegaskan reshuffle kabinet bukan prioritas. Namun, jika reshuffle kabinet, khususnya tim ekonomi, tidak dilakukan, maka krisis saat ini tak akan kunjung berkesudahan."Selama menterinya propasar, tetap menginginkan sistem devisa bebas dan tidak ingin mengurangi utang luar negeri, maka krisis tidak selesai," kata ekonom Indonesia Bangkit Binny Buchory kepada detikcom, Rabu (31/8/2005) malam.Dia mencontohkan adanya kejahatan valas berupa pelarian dana sebesar Rp 100 miliar ke luar negeri yang jelas ditengarai akibat tidak adanya kontrol terhadap sistem lalu lintas devisa."Makanya kabinet harus diisi oleh orang-orang yang berani melawan sistem pasar dan tidak pro pada kreditor. Tapi sekarang pertanyaannya, apakah presiden berani melakukan itu," tandas Binny.
(san/)











































