Pidato Presiden Tidak Tunjukkan Langkah Atasi Krisis
Rabu, 31 Agu 2005 19:57 WIB
Jakarta - Lagi-lagi kekecewaan menghinggapi sejumlah ekonom terkait pidato Presiden SBY tentang paket kebijakan ekonomi. Pidato itu terlalu normatif dan tidak menunjukkan langkah untuk mengatasi krisis."Secara keseluruhan, presiden tidak katakan apa-apa. Pidato itu terlalu normatif dan tidak tunjukkan langkah-langkah atasi krisis," kata ekonom Indonesia Bangkit Binny Buchori kepada detikcom, Rabu (31/8/2005) malam.Presiden dinilai tampak masih ragu-ragu terhadap rencana kenaikan harga BBM. "Kenaikan itu kan masih menunggu September-Oktober. Itu pun pasti akan berkaitan dengan survei mengenai penduduk miskin. Ini suatu indikator yang tidak bisa dipegang," cetusnya.Bahkan, lanjut Binny, semestinya pemerintah mengeluarkan kebijakan yang kongkret seperti pembatasan lalu lintas devisa. "Sekarang ini orang banyak membawa dolarnya ke luar negeri karena memang tidak ada kebijakan pembatasan. Kan sistem lalu lintas devisa kita adalah lalu lintas devisa bebas," ujarnya.
(san/)











































