Gara-gara Ahmadiyah
Buyung Menyesal Telah Bela PKS
Rabu, 31 Agu 2005 18:56 WIB
Jakarta - Membela Ahmadiyah dan Nur Mahmudi dari PKS. Itulah yang dikerjakan 'pendekar hukum' Adnan Buyung Nasution. Tapi dua kelompok ini punya prinsip yang berbeda. Ujungnya, Buyung pun menyesal.Buyung menyesal karena selama ini telah membela PKS. Padahal PKS jelas menegaskan Ahmadiyah sebagai ajaran yang sesat."Saya menyesal telah membela PKS dalam pemilu lalu. Saya juga menyesal membela Nur Mahmudi Ismail dalam pilkada Depok," tegas Buyung dengan nada tinggi usai mendampingi 10 pengurus Ahmadiyah melakukan dengar pendapat dengan Komisi VIII DPR di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (31/8/2005). Dalam rapat dengar pendapat itu, PKS lewat Anshori Siregar menegaskan bahwa Ahmadiyah telah keluar dari Islam karena memiliki nabi baru dan memiliki kitab yang berbeda dengan Alquran. "Padahal saya membela PKS karena merupakan pihak yang dizalimi. Dan dalam hal ini Ahmadiyah juga merupakan pihak yang dizalimi," tandas Buyung yang bersuara menggelegar ini.Buyung sangat menyayangkan sikap PKS itu. Dia juga menyesalkan fatwa MUI yang memutuskan Ahmadiyah sebagai aliran sesat."Sekarang mungkin Ahmadiyah. Besok bisa jadi yang lain. Bisa JIL, bisa Ulil Abshar Abdalla, mungkin saja nanti NU yang dibilang bid'ah. Untuk itu saya menyesali adanya fatwa ini," tegas pria berambut perak itu.Usai rapat yang dipimpin oleh Wakil Ketua Komisi VIII dari FKB Anib Ismail, anggota Komisi VIII dan pengurus Ahmadiyah kembali berdebat.Pengurus Ahmadiyah menegaskan ajaran yang dianutnya tidak keluar dari syariat Islam. Tapi menurut Anshori Siregar yang meladeni debat itu, dengan mengakui adanya nabi setelah Nabi Muhammad SAW, itulah yang menyebabkan Ahmadiyah keluar dari Islam.
(nrl/)











































