Dradjat: Kebijakan SBY Terlalu Umum, Mari Kita Berdoa!

Dradjat: Kebijakan SBY Terlalu Umum, Mari Kita Berdoa!

- detikNews
Rabu, 31 Agu 2005 18:40 WIB
Jakarta - Kebijakan ekonomi yang dikeluarkan presiden SBY untuk mengatasi gejolak ekonomi seperti rupiah dianggap terlalu umum. Tidak adanya komitmen reshuffle juga menambah sentimen negatif."Kita lihat sajalah reaksi pasar besok seperti apa. Kelihatannya tanpa adanya komitmen reshuffle akan menambah sentimen negatif," kata anggota DPR RI dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) Dradjat H Wibowo kepada detikcom, Rabu (31/8/2005).Dalam pandangan Dradjat, kebijakan ekonomi yang dikeluarkan presiden masih terlalu umum dan kurang detil. "Apa yang disampaikan masih terlalu umum. Pasar kan menunggu kebijakan yang detil. Seperti misalnya soal kenaikan BBM, dibutuhkan time table yang lebih ketat termasuk ukuran rupiahnya," imbuh Dradjat.Meski Dradjat belum bisa memberikan proyeksi soal kondisi rupiah dan IHSG, namun diperkirakan dengan kebijakan yang kurang detil justru akan kontraproduktif. "Kayaknya sih akan memberikan sentimen negatif. Yah mari kita bersama-sama berdoa agar rupiah dan indeks tidak semakin jatuh," terang Dradjat seolah putus asa. (san/)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini