Kantor Sugiharto Bantah Minta Uang ke Calon Direksi BUMN

Kantor Sugiharto Bantah Minta Uang ke Calon Direksi BUMN

- detikNews
Rabu, 31 Agu 2005 17:01 WIB
Jakarta - Sekretaris Menneg BUMN M Said Sidu tidak mampu menyembunyikan kekesalannya setelah berkali-kali dituding terlibat penipuan. Secara terang-terangan Said membantah telah menipu calon direksi BUMN lewat SMS.Ditegaskan Said dalam jumpa pers di Kantor Menneg BUMN, Jalan Dr Wahidin, Jakarta, Rabu (31/8/2005), Kementerian BUMN, dalam hal ini seluruh pejabatnya dari level menteri sampai eselon I, sama sekali tidak pernah meminta apa pun dalam proses seleksi calon direksi BUMN. "Pihak-pihak yang mengatasnamakan kami sudah beberapa kali dilaporkan kepada pihak kepolisian, tapi sulit untuk mengetahuinya," ungkap Said.Agar aksi mereka tidak semakin merajalela, tidak ada jalan lain bagi Kantor Menneg BUMN selain menyampaikan kepada pihak yang menerima SMS untuk melakukan pengecekan ulang. "Jika ia (calon direksi BUMN) tertipu, maka kami menganggap ia orang yang tidak hati-hati dan tidak pantas duduk di jajaran direksi BUMN," kata Said.Bila lewat SMS saja bisa tertipu, lanjut Said, bagaimana ia bisa mengelola bisnis yang penuh dinamika dan persaingan. Apabila ada direksi BUMN yang diketahui memakai cara-cara yang tidak profesional untuk mendapatkan posisinya, maka hal itu akan menjadi catatan penilaian bagi yang bersangkutan.Dijelaskan Said, dalam modus operandinya, orang-orang yang tidak bertanggung jawab tersebut mengaku sebagai dirinya. Dengan telepon seluler bernomor 0817 751001, orang bersangkutan meminta transfer uang di atas Rp 100 juta ke rekening BCA Cabang Kelapa Gading nomor 413 0216205. Dalam menjalankan aksinya orang tersebut mengaku seolah-olah Said Sidu memerlukan bantuan untuk operasi jantung istrinya.Selain meminta cek ulang, Kementerian BUMN juga berupaya menelusuri kasus itu secara internal dan eksternal. Dari sisi internal, dalam hal fit and proper test calon direksi BUMN, tidak semua orang bisa mengetahui orang-orang yang masuk perhitungan. "Calon-calonnya hanya diketahui oleh Sesmen dan orang yang ditugaskan memberitahu calon tersebut," katanya. Sedangkan dari sisi eksternal, pihaknya mengharapkan masyarakat dan penegak hukum membersihkan calo-calo yang bermain dalam rangka penentuan komisaris dan direksi BUMN. (umi/)


Berita Terkait