DPR Curiga Hamid Tak Minta Persetujuan SBY Soal MoU RI-GAM
Rabu, 31 Agu 2005 16:42 WIB
Jakarta - Kontroversi kesepakatan damai pemerintah dengan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) tak juga berakhir. Kali ini anggota DPR mencurigai tim negosiator yang dipimpin Menkum dan HAM Hamid Awaluddin tidak pernah meminta persetujuan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Kecurigaan itu disampaikan Anggota Komisi I DPR Effendi Simbolon dalam rapat yang membahas MoU RI-GAM di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (31/8/2005). Kecurigaan anggota DPR dari Fraksi PDIP itu berlandaskan pada butir mengenai pembentukan partai lokal. SBY, katanya, pernah menyatakan tidak akan ada partai lokal di Aceh. Namun anehnya pembentukan partai lokal itu ternyata muncul dalam draf MoU. "Kok di MoU-nya malah seperti itu? Pada perundingan yang ketiga saja belum ada draf ini. Jadi siapa yang membuat MoU ini? Apa Indonesia? GAM? Atau orang asing?" tanya Effendi."Apa Pak Hamid tidak berkiblat pada Pak SBY dalam mebuat MoU itu? Apa Pak Hamid ada tuan lain selain SBY? Ini harus clear, harus di-clear-kan sekarang," tegasnya.Effendi lantas meminta agar siapa sebenarnya penggagas dan penentu kesepakatan damai yang diteken di Helsinki, Finlandia, itu dijelaskan secara terbuka. "Seperti yang dikatakan Pak Menhan juga, seluruh proses negosiasi perjanjian damai sejak awal digagasi dan dipelopori oleh Pak Jusuf Kalla. Ini perlu di-clear-kan sekarang," tukas Effendi.Dia juga memperingatkan pemerintah agar tak sepotong-sepotong menjalankan Tap MPR. "Tap MPR memang mengamanatkan penyelesaian Aceh secara damai dan bermartabat, iya benar. Tapi prosesnya harus di Indonesia. Kan Tap-nya ada di Indonesia," cetus Effendi.Hadir dalam acara itu Menteri Luar Negeri (Menlu) Hassan Wirajuda, Menteri Pertahanan (Menhan) Juwono Sudarsono, Mendagri M Ma'ruf, Menko Polhukam Widodo AS, Menkominfo Sofyan Djalil, Menkum dan HAM Hamid Awaluddin, Panglima TNI Jenderal TNI Endriartono Sutarto, dan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Syamsir Siregar. Sedangkan Kapolri Jenderal Pol Sutanto diwakili Kepala Deputi Operasi Mabes Polri Irjen Pol Didi Widayadi.Rapat yang dimulai sejak pukul 10.00 WIB ini hingga pukul 16.40 WIB masih berlangsung.
(iy/)











































