Dimulai pada 2019, Begini Tahapan Revitalisasi Taman Ismail Marzuki

Moch Prima Fauzi - detikNews
Selasa, 04 Des 2018 16:50 WIB
Foto: dok. Pemprov DKI Jakarta
Foto: dok. Pemprov DKI Jakarta
Jakarta - Revitalisasi Taman Ismail Marzuki akan dimulai pada 2019. Ada dua tahapan yang akan dilakukan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk mempercantik kawasan tersebut.

Menurut Pelaksana Tugas Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta Asiantoro pembangunan akan dilakukan selama dua tahun, yakni dari 2019 hingga 2020.

Revitalisasi akan berlangsung dalam beberapa tahap. Di antaranya, membuat bangunan baru untuk merelokasi sementara semua kegiatan. Kemudian, bangunan lama akan dipugar, seperti mengubah lahan parkir menjadi taman dan memindahkan tempat parkir ke bawah (basement) bangunan yang baru.


"Pada tahun pertama (2019) akan dilakukan pembangunan gedung baru beserta fasilitas penunjang. Dengan alokasi anggaran sebesar Rp 501,5 miliar," ungkap Asiantoro dalam keterangan tertulis, Selasa (4/12/2018).

Selanjutnya pembangunan dilanjutkan pada 2020 dengan merevitalisasi bangunan existing dan penataan ruang terbuka hijau. Alokasi anggarannya Rp 1,3 triliun dan dilakukan PT Jakarta Propertindo (Jakpro).

"Di tahun ini dialokasikan anggaran Rp 1,3 triliun. Jadi total anggaran yang dibutuhkan Rp 1,8 triliun. Pembangunan akan dilakukan oleh PT Jakpro," lanjutnya.

Sementara itu, Gubernur Provinsi DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan mengatakan revitalisasi TIM menjadi bagian untuk membawa Jakarta sebagai pusat seni dan kebudayaan Asia.

"Sudah saatnya Jakarta memiliki pusat kesenian berkelas internasional. Dan saya ingin Jakarta bisa menjadi tuan rumah bagi perhelatan kesenian dan kebudayaan dunia. Itu artinya kerja besar bagi kita semua yang ada di tempat ini," ungkapnya.

Revitalisasi TIM akan dibangun oleh arsitek ternama, Isandra Matin atau Andra Matin. Ia merupakan arsitek yang membangun Bandara Banyuwangi dengan konsep green airport.


Andra mengatakan desain revitalisasi dirancang untuk mengembalikan ciri khas TIM saat pertama kali dibuat pada 1968, yakni bangunan yang sangat inklusif, terbuka, dan guyub. Revitalisasi ini akan menjadikan Pusat Kesenian Jakarta (PKJ) TIM menjadi taman besar sehingga para seniman bisa melakukan praktik, latihan, dan pertunjukan seninya di luar ruangan (outdoor).

"Masyarakat dapat melihat mereka berlatih atau sekadar menikmati ruang terbuka hijau sehingga PKJ TIM menjadi tempat yang inklusif bagi para seniman dan masyarakat," katanya.

Sementara itu, bangunan teater Jakarta dan Planetarium tetap akan dipertahankan karena termasuk bangunan bersejarah dan dan masih berfungsi baik.

"Interior Planetarium dipertahankan. Namun, eksteriornya akan menyesuaikan dengan desain yang baru," pungkas Andra.


Saksikan juga video 'Revitalisasi TIM, Anies Anggarkan Dana Rp 1 Triliun':

[Gambas:Video 20detik]

(prf/ega)