Sukoharjo Digoyang Aksi Anti-Bambang Riyanto
Rabu, 31 Agu 2005 15:51 WIB
Solo - Menurut rencana Gubernur Jawa Tengah Kamis besok akan melantik pasangan Bambang Riyanto - M Toha sebagai bupati dan wakil bupati Sukoharjo. Namun Rabu (31/8/2005) ini ratusan orang menggelar aksi menolak pelantikan karena Bambang masih menjadi tersangka kasus politik uang dalam pilkada.Aksi massa yang menamakan diri Forum Publik Masyarakat Sukoharjo tersebut semula digelar di depan Kejaksaan Negeri Sukoharjo Jalan Jaksa Agung R Suprapto No 1. Mereka menggelar aksi semenjak pukul 10.00 WIB dengan membakar ban di kanan maupun di kiri kerumunan massa. Jalan tersebut ditutup total oleh polisi.Tujuan mereka adalah ingin menanyakan secara langsung kepada Kepala Kejari Budi Siswanto tentang kelanjutan proses hukum kasus politik uang dengan tersangka Bambang Riyanto. Budi sendiri sedang ada pertemuan di Gedung DPRD, sehingga mereka terpaksa harus menunggu hingga Budi pulang sekitar pukul 11.30 WIB.Setelah pulang, Budi menjelaskan kepada perwakilan aksi bahwa BAP kasus tersebut telah tidak berada di Kejari. "Sejak 23 Agustus lalu BAP kasus yang Anda maksudkan telah kami kembalikan ke Polres Sukoharjo karena kami nyatakan P-19 (tidak lengkap). Kami sudah meminta kepada polisi untuk melengkapinya dan segera dikirim kembali kepada kami," papar Budi.Menemui kekecewaan di Kejari, massa lalu mengalihkan aksi di kantor bupati Sukoharjo, yang hanya berjarak 1,5 km. Mereka berkumpul di halaman kantor untuk menggelar orasi-orasi. Intinya mereka menolak Bambang Riyanto dilantik sebagai bupati karena telah menjadi tersangka dan terindikasi melakukan korupsi ketika menjabat bupati pada periode 1999 - 2004 lalu.Tuntuta mereka bertemu dengan Plt Bupati tidak terpenuhi karena yang bersangkutan tidak berada di kantor. Mereka ditemui oleh Assisten I Sekda Sukoharjo, Munawwar, yang menegaskan bahwa pelantikan Bambang Riyanto selaku bupati tidak akan menghapuskan kasus hukum yang saat ini sedang dihadapi. Tidak lama setelah itu mereka membubarkan diri.Peserta DitangkapAksi tersebut diwarnai dengan penangkapan seorang peserta aksi oleh polisi. Orang tersebut tertangkap tangan sedang membuat tulisan di tembok pagar kabupeten dengan menggunakan cat semprot. Dia membuat tulisan menolak pelantikan Bambang Riyanto disertai kata-kata kotor dan jorok lainnya.Orang tersebut ditangkap oleh polisi tidak berseragam yang bertugas mengamankan aksi. Dia langsung dibawa ke Mapolres Sukoharjo. Sedangkan seorang peserta aksi lainnya yang juga menorehkan coretan berisi makian dengan kata-kata kotor kepada Bambang Riyanto berhasil lolos dari kejaran polisi.
(nrl/)











































