DetikNews
Selasa 04 Desember 2018, 10:06 WIB

Laporan Dari Buenos Aires

Kala JK Kepincut Pengelolaan Sungai di Argentina

Bagus Prihantoro Nugroho - detikNews
Kala JK Kepincut Pengelolaan Sungai di Argentina JK di Sungai Rio Sarmiento (Bagus Prihantoro/detikcom)
Buenos Aires - Kota Buenos Aires, Argentina, dialiri sungai yang sedap dipandang mata. Rupanya hal ini pun menarik perhatian Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) di tengah kunjungannya dalam rangka menghadiri KTT G20.

"Kau jalan-jalanlah, lihat bagaimana sungai di sini bersih, bagaimana di Jakarta nanti," kata JK setelah santap siang di sebuah restoran dekat hotel tempatnya menginap di Buenos Aires, Argentina, Kamis (29/11/2018).

Di depan restoran tersebut, ada sungai yang mengalir dan menambah keindahan kota. Bangunan-bangunan menghadap sungai itu, yang nyaris tak terlihat sampah mengambang.

Sungai itu bernama Rio de la Plata, yang juga ikon Kota Buenos Aires. Ada kapal-kapal disandarkan di sisi sungai sehingga tampilannya makin cantik untuk dipandang atau di-posting ke media sosial.

JK berharap sungai-sungai di ibu kota Indonesia, Jakarta, juga bisa diubah menjadi seperti di Buenos Aires sehingga tak ada salahnya mencari tahu bagaimana pemerintah dan masyarakat Buenos Aires menjaga sungai kebanggaan mereka.

Sungai Rio de la Plata di ArgentinaSungai Rio de la Plata di Argentina (Bagus Prihantoro/detikcom)

Salah seorang dari manajemen restoran Rodizio, Karina Cardaci, bercerita tentang bagaimana masyarakat menjaga sungai. Menurut Karina, masyarakat sangat bangga dengan Sungai Rio de la Plata.

"Sungai ini memang didedikasikan untuk wisata sehingga limbah-limbah rumah tangga ataupun apartemen atau restoran tidak dialirkan ke sungai itu," kata Karina.


Sebagai Wapres, JK juga merupakan Ketua Tim Koordinasi Pariwisata Lintas Sektor. JK, yang dalam kunjungan kerja itu didampingi Men-PANRB Syafruddin dan Menkominfo Rudiantara berkesempatan meninjau pengelolaan wisata sungai di Tigre yang tak terlalu jauh dari pusat kota Buenos Aires pada Minggu (2/12) siang waktu setempat.

Di Tigre, wisatawan bisa menyewa beragam kapal tergantung kocek yang ada. Dari yang paling sederhana sampai yang menyediakan restoran di dalamnya.

Sekali perjalanan memutari aliran Sungai Rio Sarmiento membutuhkan waktu sekitar satu jam. Pengunjung akan disuguhi pemandangan permukiman penduduk hingga penginapan yang letaknya di tepi sungai.

Sungai Rio Sarmiento di ArgentinaSungai Rio Sarmiento di Argentina (Bagus Prihantoro/detikcom)

Baik permukiman maupun penginapan, semuanya menghadap sungai. Tak mengherankan jika masyarakat betul-betul peduli terhadap kebersihan sungai.

Warna air sungai itu memang cokelat karena bersentuhan langsung dengan tanah. Tapi, karena bersih, tetap saja sungai sedap dipandang.

Ekosistem sungai tampak natural dan subur sejauh mata memandang. Meski rumah boleh dibangun dekat sungai, tetap saja ada jarak sehingga bantaran sungai tetap terjaga.


Rumah Presiden ke-7 Argentina, Dominggo SarmientoRumah Presiden Ke-7 Argentina, Dominggo Sarmiento (Bagus Prihantoro/detikcom)

Ada rumah dari presiden ke-7 Argentina, Dominggo Sarmiento, dijaga keutuhannya di tepi sungai tersebut. Rumah berkelir kuning itu diberi lapisan kaca.

Pemandu wisata bercerita, Sarmiento adalah sosok yang punya mimpi membuat 'Venesia' di Argentina. Meski jadinya bukan kanal seperti Venesia di Italia, mimpi Sarmiento itu agaknya tetap bisa menghidupkan pariwisata di Buenos Aires.

Kunci keindahan Sungai Rio Sarmiento terletak pada kesadaran masyarakat. Mereka menjadikan sungai sebagai 'ruang tamu' alih-alih 'kebun belakang'.

Perlu ada perubahan kebiasaan masyarakat jika Jakarta dengan Sungai Ciliwung-nya ingin seperti ini. Menkominfo Rudiantara membenarkan bahwa salah satu cara mengubah kebiasaan bisa saja lewat media sosial.

"Kalau masyarakat kita, habit sudah ada di media sosial. Hanya, kadang konten yang sulit kita kontrol," kata Rudiantara.
(bag/mae)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed