Polisi Selidiki Laporan Basarah soal 'Soeharto Guru Korupsi'

Kanavino Ahmad Rizqo - detikNews
Selasa, 04 Des 2018 09:28 WIB
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono (Kanavino/detikcom)
Jakarta - Aliansi pencinta Soeharto yang tergabung dalam Hasta Mahardika Soehartonesia melaporkan Wasekjen PDI Perjuangan Ahmad Basarah ke Polda Metro Jaya terkait dengan tudingan bahwa presiden kedua, Soeharto, merupakan guru korupsi. Laporan tengah diselidiki polisi.

"Laporannya saat ini masih dalam tahap penyelidikan ya," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono saat dimintai konfirmasi, Selasa (4/12/2018).


Laporan tersebut dibuat oleh Rizka Prihandy, yang datang bersama kuasa hukumnya, Herianto, ke Mapolda Metro Jaya pada Senin (3/12) kemarin. Laporan teregistrasi dengan nomor LP/6606/XI/2018/PMJ/Dit.reskrimum.

Rizka mengatakan Soeharto merupakan pahlawan nasional. Menurutnya, nama Soeharto tidak bisa lepas dari proses berdirinya Republik Indonesia.

"Soeharto adalah pahlawan bangsa. Bagaimanapun proses kebangsaan ini, kita tidak bisa mengesampingkan nama Soeharto. Begitu pula dengan Soekarno. Ini adalah pelajaran bagi generasi setelahnya," ujar Rizka.


Selain di Polda Metro Jaya, Basarah dilaporkan oleh pengagum Soeharto, Anhar, ke Bareskrim Polri. Anhar mengaku resah atas pernyataan Basarah tersebut.

"Kita melaporkan Ahmad Basrah atas ucapan beliau yang menyatakan bahwa Soeharto guru korupsi. Oleh karena itu, kami merasa betul-betul sangat terpukul, sangat merasa dirugikan, mengingat Soeharto bagi kami adalah tokoh bangsa, adalah guru bangsa, adalah bapak pembangunan," kata Anhar kepada wartawan di kantor Bareskrim Polri Gedung KKP, Jalan Medan Merdeka Timur, Gambir, Jakarta Pusat, Senin (3/12).

Pernyataan 'Soeharto guru korupsi' sebelumnya disampaikan Wasekjen PDIP Ahmad Basarah. Basarah menyebut negara telah menetapkan pencanangan program pemberantasan korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN). Hal ini disebutkan dalam Tap MPR Nomor 11 Tahun 1998 untuk menegakkan hukum terhadap terduga pidana korupsi.

"Termasuk oleh mantan presiden Soeharto. Jadi, guru dari korupsi Indonesia sesuai Tap MPR Nomor 11 Tahun '98 itu mantan presiden Soeharto, dan itu adalah mantan mertuanya Pak Prabowo," ujar Basarah, Rabu (28/11).


Saksikan juga video 'Sebut Soeharto Guru Korupsi, Ahmad Basarah Dipolisikan!':

[Gambas:Video 20detik]

(knv/dkp)