DetikNews
2018/12/02 12:06:57 WIB

Fakta-fakta Reuni 212 di Monas

Tim detikcom - detikNews
Halaman 2 dari 2
Fakta-fakta Reuni 212 di Monas Massa Reuni 212 (Rifkianto Nugroho/detikcom)

4. Sumpah Reuni 212 ke Habib Rizieq agar Syariat Allah Berdaulat di Indonesia

Ketua Forum Umat Islam (FUI) Muhammad Al-Khaththath memimpin massa peserta Reuni 212 mengucapkan sumpah di bawah komando imam besar Habib Rizieq Syihab. Habib Rizieq dianggap telah memperjuangkan bangsa secara konstitusional.

Al-Khaththath mengajak mujahid 212 yang siap mengikuti komando Habib Rizieq untuk berdiri. Ia tidak mempermasalahkan apabila ada peserta yang menolak ajakan itu.

"Saya minta semua untuk sumpah berjuang kepada Habib Rizieq. Yang setuju, silakan berdiri. Para tokoh maju ke depan. Yang nggak mau berjuang bersama Habib Rizieq, nggak apa-apa. Mari ikhlaskan diri kita untuk berjuang bersama Habib Rizieq ikuti apa yang saya bacakan," ujar Al-Khaththath di depan massa di Monumen Nasional, Jakarta Pusat, Minggu (2/12/2018).

"Kami para mujahid 212 dengan spirit 212, kami bertekad untuk berjuang bersama komando ulama di bawah pimpinan imam besar umat Islam, Habib Muhammad Rizieq Syihab, dalam memperjuangkan aspirasi dan hak-hak umat Islam secara konstitusional dan meninggikan kalimat tauhid demi kejayaan negara kesatuan Republik Indonesia," katanya.


5. Sejumlah Massa Acungkan 2 Jari dan Teriakkan 'Hidup Prabowo'

Kedatangan capres nomor urut 02, Prabowo Subianto di Reuni 212 disambut teriakan 'Hidup Prabowo!' oleh sejumlah orang sambil mengacung-acungkan dua jari. Perlu diketahui Bawaslu telah memperingatkan agar reuni 212 tidak dipakai untuk kampanye.

Berdasarkan pantauan di lokasi, Monas, Jakarta Pusat, Minggu (2/12), sejumlah orang tampak mengacungkan dua jari, yakni jempol dan telunjuk, saat Prabowo tiba. Teriakan 'Hidup Prabowo!' terus bergema hingga Prabowo sampai di area panggung utama.

Prabowo sendiri sempat menyampaikan pidato singkat di atas panggung. Dia menyebut pidatonya singkat karena tidak diperbolehkan untuk berkampanye.


6. Habib Bahar bin Smith Naik Panggung dan Bicara soal Kasusnya

Habib Bahar bin Smith turut berorasi di atas panggung Reuni Akbar Mujahid 212. Dia juga sempat memandu para peserta reuni itu menyampaikan komitmen.

Setelah itu, Habib Bahar meminta waktu sebelum menutup orasi untuk menyampaikan pelaporan dirinya ke polisi. Dia memang sebelumnya dipolisikan oleh Cyber Indonesia dan Jokowi Mania karena dalam ceramahnya menyebut 'Jokowi banci'.

"Kenapa saya katakan 'Presiden banci'? Makanya, kalau nonton isi ceramah, yang utuh, bukan dipotong-potong," ucap Habib Bahar.

Dia menyebut ucapannya itu berdasarkan apa yang terjadi saat aksi 411. Menurutnya, saat itu para ulama ditembak gas air mata.

"Ketika 411, aksi 411, jutaan orang Islam, ribuan ulama, berkumpul di depan Istana menemuinya. Justru para ulama ditembak gas air mata, presidennya kabur dan lari. Saya berkata karena ketidakrelaan saya saudara-saudara saya itu dizalimi," kata Habib Bahar.

Habib Bahar kemudian kembali menyampaikan tidak akan meminta maaf atas apa yang diucapkannya. Dia memilih busuk di dalam penjara daripada harus meminta maaf.


(rna/iy)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed