Operasi II Gagal, Bayi Tsunami Hydrocephalus Meninggal

Operasi II Gagal, Bayi Tsunami Hydrocephalus Meninggal

- detikNews
Rabu, 31 Agu 2005 11:22 WIB
Operasi II Gagal, Bayi Tsunami Hydrocephalus Meninggal
Jakarta - Bayi hydrocephalus asal Aceh yang malang itu akhirnya meninggalkan dunia yang fana ini. Bayi yang diberi nama Suci Anggita itu meninggal, setelah operasi tahap keduanya gagal. Suci, bayi yang berumur 8 bulan itu, menghembuskan nafas terakhirnya pukul 19.40 WIB, Selasa (30/8/2005). Sebelum meninggal, Suci menjalani operasi tahap dua selama 10 jam di RS Thamrin, Jakarta Pusat. "Namun ketika menuju Ruang ICU untuk pemulihan, terjadi komplikasi dan akhirnya meninggal dunia. Kami sangat bersedih," kata Kris Sarumaha, dari Reach Out Fondation kepada detikcom, Rabu (31/8/2005). Operasi terhadap Suci difasilitasi oleh Reach Out Foundation dan Yayasan Soeryadharma. Menurut Kris, nasib yang dialami Suci ini di luar dugaan. Sebab, awalnya dokter memperkirakan operasi tahap kedua akan lebih sederhana. Sedangkan operasi tahap pertama jauh lebih rumit. "Operasi tahap kedua kan sifatnya hanya penyempurnaan, sehingga dokter optimistis bisa kembali normal. Tapi setelah dioperasi selama 10 jam, dan saat akan dipindah ke ICU untuk recovery ternyata terjadi komplikasi, sehingga akhirnya meninggal," jelas Kris lagi.Setelah meninggal, jenazah Suci kemudian diterbangkan ke Aceh sekitar pukul 01.00 WIB, Rabu (31/8/2005). Sesampai di Aceh, jenazah Suci langsung dikebumikan. Suci Anggita, buah hati keluarga Yusri Ibrahim dan Yustiana, sepasang petani kurang mampu dari Dusun Montasik, sekitar 30 kilometer dari Banda Aceh. Ia lahir pada 30 Desember 2004 -- tak lama setelah tsunami -- dengan membawa sebuah benjolan seukuran sebuah apel di atas kepalanya. Kondisi seperti ini sering dinamakan hydrocephalus. Operasi pertama telah dilakukan dengan sukses pada 8 Juni 2005 di RSCM. Tim dokter berhasil menyedot cairan yang ada di kepala Suci. Cairan dalam benjolan yang sebelumnya membesar sebesar semangka, seusai operasi tahap pertama itu mengecil secara signifikan. Tapi, dalam operasi tahap kedua, Tuhan menentukan lain. (asy/)


Berita Terkait