Diperiksa KPK soal Kasus Bupati Cirebon, Ini Penjelasan Nico Siahaan

Mochamad Solehudin - detikNews
Sabtu, 01 Des 2018 15:38 WIB
Nico Siahaan Foto: Mochamad Solehudin/detikcom
Bandung - Anggota DPR dari Fraksi PDIP Junico BP Siahaan atau Nico Siahaan angkat bicara mengenai pemanggilannya oleh KPK. Dia menegaskan tidak terlibat kasus dugaan suap jual beli jabatan yang membelit Bupati Cirebon non aktif Sunjaya Purwadisastra.

Nico mengaku memenuhi panggilan KPK pada 30 November 2018. Selama lima jam, dia mendapat belasan pertanyaan dari penyidik KPK terkait aliran dana sebesar Rp 250 juta dari Sunjaya untuk acara Sumpah Pemuda, Oktober 2018 lalu.


"Saya perlu klarifikasi bahwa saya enggak ada hubungannya dengan kasus (jual beli jabatan) di Cirebon," kata Nico di Kota Bandung, Sabtu (1/12/2018).

Nico menjelaskan PDIP menggelar acara Sumpah Pemuda di Jiexpo, Jakarta, pada 28 Oktober 2018. Dia ditunjuk sebagai ketua pelaksana kegiatan. Berbagai pertemuan dilakukan, termasuk menyusun rencana anggaran sebesar Rp 1 miliar.


Nico kemudian mengajak para kader untuk gotong royong membantu pendanaan. "Anggarannya sudah ditetapkan. Nah seperti biasa namanya acara partai, kader (PDIP) tahu dan bernisiatif memberikan sumbangan. Dari siapa-siapanya saya engak tahu karena koordinatornya banyak," ucapnya.

Ia menuturkan tidak meminta bahkan mematok secara langsung besaran sumbangan dari kader, terutama kepada Sunjaya. Nico bahkan mengaku tidak mengetahui secara langsung bila Sunjaya akan memberikan sumbangan.

"Saat kami rapat, Pak Sunjaya datang. Nah dia bilang (ke salah satu kader) mau nyumbang. Nggak ngomong ke saya. Dikirimnya ke salah satu kader, namanya Evi," kata Nico.

Kemudian pada 22 Oktober, Nico mendapat kabar uang sumbangan Sunjaya telah masuk ke rekening. Pada 23 Oktober, uang tersebut ditarik dari rekening dan malam harinya Sunjaya terkena operasi tangkap tanan KPK.

Akhirnya uang sumbangan Sunjaya diputuskan untuk tidak digunakan karena khawatir menimbulkan masalah dan pada saat pemanggilan KPK dia sudah mengembalikan uang Rp 250 juta.

"Uangnya masuk, tapi karena tahu dia (Sunjaya) diambil (KPK) uangnya tidak diapakai. Akhirnya uang itu saya serahkan ke KPK saat saya memenuhi panggilan KPK," ucap Nico.

Dia mengaku hubungannya dengan Sunjaya juga tidak terlalu dekat. Nico hanya mengenal sebagai kader dan beberapa kali bertemu saat kegiatan partai. "Nggak terlalu dekat, telepon juga enggak pernah. Ketemu pas acara biasa saja," ujar Nico.

Diberitakan sebelumnya, penyidik KPK mencecar anggota DPR dari Fraksi PDIP Junico BP Siahaan atau Nico Siahaan soal aliran uang terkait Bupati Cirebon nonaktif Sunjaya Purwadisastra. KPK menduga duit itu digukana untuk kegiatan partai politik.

"KPK mendalami pengetahuan saksi tentang penyelanggaraan kegiatan parpol di bulan Oktober 2018," ujar Kabiro Humas KPK Febri Diansyah kepada wartawan, Jumat (30/11/2018).


Saksikan juga video ' Berompi Tahanan KPK, Bupati Cirebon Bantah Terima Suap ':

[Gambas:Video 20detik]

(bbn/aan)