detikNews
Sabtu 01 Desember 2018, 10:54 WIB

Laporan Dari Buenos Aires

Bertemu JK, Putra Mahkota Saudi Jelaskan Kasus Khashoggi

Bagus Prihantoro Nugroho - detikNews
Bertemu JK, Putra Mahkota Saudi Jelaskan Kasus Khashoggi Wapres JK bertemu dengan Putra Mahkota Arab Saudi Muhammad bin Salman (MBS) di sela KTT G20. (Dok. Istimewa)
Argentina - Wakil Presiden RI Jusuf Kalla (JK) bertemu dengan Putra Mahkota Arab Saudi Muhammad bin Salman (MBS) di sela KTT G20. Dalam pertemuan itu, MBS juga membicarakan tentang kasus kematian jurnalis Jamal Khashoggi.

Pertemuan berlangsung pada sebuah ruangan di Costa Salguero, Buenos Aires, Argentina, Jumat siang waktu setempat (30/11/2018). Adalah MBS yang mengajak JK untuk melakukan pertemuan bilateral.


JK didampingi oleh Menkominfo Rudiantara, Menteri PANRB Syafruddin, dan Wamenlu AM Fachir. Awalnya, kedua pihak membicarakan soal investasi dari Saudi ke RI.

"Dia juga menjelaskan tentang isu--bukan isu--soal Khassoggi, bahwa ada 11 orang ditahan seperti itu," kata JK seusai pertemuan saat ditemui di hotel tempatnya menginap.

JK tak menjelaskan lebih lanjut mengenai 11 orang yang dimaksud oleh MBS. Pertemuan antara JK dan MBS juga tak berlangsung lama karena MBS kemudian melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden China Xi Jinping di ruangan lain.

Hingga kini kasus pembunuhan Khashoggi masih menyisakan misteri. Namun sedikit demi sedikit muncul fakta baru terkait dengan kasus ini.

Laporan terbaru media Turki, Milliyet, menyebut tim dari Arab Saudi awalnya berencana membunuh wartawan Jamal Khashoggi di sebuah vila di pinggiran Turki. Lantas apa yang membuat lokasi pembunuhan berubah di dalam Konsulat Saudi di Istanbul?

Seperti dilansir Hurriyet Daily News, Rabu (28/11), informasi tersebut disampaikan surat kabar Milliyet dalam laporannya pada 28 November yang mengutip sumber anonim dari kepolisian Turki.

Disebutkan oleh sumber tersebut bahwa tim Saudi awalnya berencana membawa Khashoggi ke satu dari dua vila yang ada di Provinsi Yalova untuk membunuhnya.

"Mereka (tim Saudi) kemudian memutuskan melakukan pembunuhan di Konsulat (Saudi di Istanbul), yang dilindungi secara diplomatik," sebut sumber yang dikutip surat kabar Milliyet itu.
(bag/aan)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com