Pantaskah Amien Samakan Pilpres dengan Baratayuda?

Marlinda Oktavia Erwanti - detikNews
Jumat, 30 Nov 2018 20:34 WIB
Foto: Amien Rais (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta - Pengandaian 17 April 2019 sebagai perang Baratayuda dinilai tak tepat. Tak seharusnya Amien Rais, yang merupakan seorang tokoh senior menyamakan tanggal pencoblosan Pilpres 2019 itu dengan perang yang mengorbankan nyawa.

Pendapat itu disampaikan Pakar komunikasi politik Universitas Paramadina, Hendri Satrio. Hendri menyayangkan pernyataan Amien yang dinilainya terlalu menghiperbolakan suatu pesta demokrasi.

"Menurut saya kalau yang Baratayuda menurut saya nggak tepat ya. Karena masak sih Pilpres sampai mengorbankan nyawa. Baratayuda itu kan nyawa yang dikorbankan," ujar Hendri, dalam keterangannya, Jumat (30/11/2018).


Hendri mengatakan, suatu pesta demokrasi haruslah diwarnai dengan narasi politik yang menyejukkan. Bukan malah menebarkan narasi yang menimbulkan ketakutan di masyarakat.

"Ini kan pesta demokrasi ini harusnya aman, damai, ceria, namanya pesta. Nggak perlu sampai bunuh-bunuhan seperti Baratayuda. Nggak pas. Asli nggak pas," katanya.

"Tidak mencerminkan sebagai bapak bangsa. Tidak mencerminkan sebagai salah satu tokoh senior," imbuh Hendri.

Kendati demikian, Hendri sepakat dengan pernyataan Amien yang menyebut 17 April 2019 sebagai armageddon. Namun, hal itu berlaku bagi capres nomor urut 02 Prabowo Subianto.

"Kalau diartikan oleh Amien Rais itu adalah akhir dari karir politik Prabowo bisa saja. Karena kalau Prabowo kalah di 2019 ya saya rasa sudah tertutup kemungkinan dia maju lagi di 2024. Jadi 2019 ini kalau memang diartikan dengan langkah terakhir ya memang langkah terakhir. Kalau gagal sudah nggak bisa lagi," tuturnya.


Sebelumnya, Amien Rais berbicara tentang peta Pilpres 2019. Amien menyebut 17 April, yang tak lain adalah tanggal pilpres, ibarat Armagedon atau perang Baratayuda.

"Ini pertarungan Baratayuda, Armageddon, sudah kurang dari empat setengah bulan. Jadi kita harus betul-betul konsolidasi," kata Amien dalam video pertemuan yang menyebar di kalangan Muhammadiyah hari ini. (mae/van)