Rasisme di Belanda
Gadis Berkulit Hitam Diguyur Bahan Pemutih
Selasa, 30 Agu 2005 21:59 WIB
Den Haag - Seorang gadis berkulit hitam berdarah Etiopia diguyur dengan bahan pemutih. Pelaku meneriakkan, "Kucuci bersih kau, biar jadi putih!" Olala.Salah siapa bila seorang anak manusia dilahirkan tidak berkulit putih? Tentu bukan salah bunda mengandung, melainkan sudah kehendak dan kuasa Tuhan. Seorang jabang bayi tidak punya kuasa untuk menawar agar dilahirkan dari rahim seorang ibu berkulit putih dan bermata biru dengan warisan genetik yang sama.Namun bila kebencian ras sudah mendaging darah, filosofi seperti itu jadi tidak terjamah. Seorang gadis pendatang asal Etiopia berusia 16 tahun diguyur bahan pemutih atau Natriumhipoklorit (NaClO), yang biasa dipakai untuk pemutih pakaian atau bersih-bersih rumahtangga. Malangnya, sambil mengguyur pelaku meneriakkan, "Kucuci bersih kau, biar jadi putih!"Peristiwanya, menurut ANP (30/8/2005), terjadi Senin siang di Buitenpost, dekat Leeuwarden, Friesland, sekitar 250 km dari Den Haag arah Timur Laut. Ketika itu korban sedang berjalan bersama dua temannya melewati sekelompok remaja dekat perpustakaan di kota kecil itu. Temannya juga dimaki dengan teks rasistis, namun tidak diguyur bahan pemutih seperti dirinya. Polisi yang dilapori menyatakan menangani dengan serius kasus rasisme ini dan segera melakukan penyelidikan untuk menangkap pelaku.Mungkin pelaku belum tahu betapa istimewanya gadis berkulit hitam di mata bangsa Melayu, seperti diungkapkan dalam syair "Hitam manis, hitam manis, yang hitam manis... pandang tak jemu, pandang tak jemu..."
(es/)











































