Pertemuan Segitiga RI-AMM-GAM, Bahas Teknis MoU RI-GAM
Selasa, 30 Agu 2005 21:17 WIB
Aceh - Pertemuan antara delegasi pemerintah Indonesia, AMM dan GAM di BandaAceh, berhasil membentuk komite induk. Lembaga baru ini diharapkan mampu berperan untuk menyukseskan kesepakatan damai di Aceh.Pertemuan yang difasilitasi tim pemantauan awal Aceh Monitoring Mission (AMM) itu juga dihadiri wakil dari Indonesia Mayjen Bambang Darmono dan GAM yang dihadiri oleh Irwandi Yusuf dan Muksalmina.Wakil Ketua AMM Letjen Nipat Thonglek usai memimpin pertemuan yangberlangsung selama hampir lima jam itu mengatakan, pertemuan antara delegasi pemerintah Indonesia dan GAM berhasil membahas masalah-masalah prinsipil seperti penyerahan dan pemusnahan senjata milik GAM, mulai dari aspek teknis sampai ke aspek keamanan. "Untuk prosedur pemusnahan senjata GAM akan dilibatkan empat tim dari AMM. Tim ini yang bertugas menghancurkan senjata. Nanti ada yang bertugas memotong dan mendokumentasi dengan melibatkan polisi dalam pengamanan. Namun tidak melibatkan TNI," ujar Nipat di Banda Aceh, Selasa (30/8/2005).Menanggapi hal itu ketua delegasi Indonesia Mayjen TNI Bambang Darmono mengatakan dirinya tidak mempermasalahkan tidak dilibatkannya TNI dalam pemusnahan dan pengumpulan senjata anggota GAM tersebut."Sebab pemerintah Indonesia sudah percaya pada AMM," ujar Bambang.Selanjutnya dibahas juga masalah sosialisasi MoU RI-GAM terkait masalah amnesti serta reintegrasi GAM ke dalam masyarakat. Sedangkan keputusan bersama tentang penanganan masalah yang terjadi di lapangan akan dibahas secara teknis oleh komite induk termasuk dalam menginvestigasi insiden dilapangan."Kita sudah mengambil pelajaran dari beberapa kejadian kecil yang terjadi selama ini," ujar Nipat.Dalam kesempatan itu AMM juga mengimbau kepada kedua pihak baik TNI/Polri atau GAM untuk sama-sama menahan diri dan tidak lagi melakukan tindakan yangbisa menimbulkan perselisihan. "Kita berharap setelah pertemuan ini agar tidak terjadi lagi insiden seperti pada hari sebelumnya," kata Nipat.Anggota GAM, Irwandi Yusuf mengatakan, dalam pertemuan itu keduabelah pihak sudah sepakat untuk tidak melihat masalah yang terjadi."Tetapi bagaimana memikirkan masalah pada masa depan. Dan kasus yang sama tidak terulang kembali," jelas Irwandi.
(ahm/)











































