Ba'asyir: Umat Islam Jangan Terjebak Jargon Demokrasi

Ba'asyir: Umat Islam Jangan Terjebak Jargon Demokrasi

- detikNews
Selasa, 30 Agu 2005 18:48 WIB
Jakarta - Banyak yang bilang demokrasi adalah sistem pemerintahan yang paling baik. Akan tetapi umat Islam perlu dingatkan supaya tidak terjebak dalam sistem ini yang kemudian berubah menjadi syirik."Satu yang menjadi perhatian adalah bagaimana parpol Islam bisa menerjemahkan dengan tepat demokrasi. Jangan sampai demokrasi bernilai syirik," kata Amir Majelis Mujahidin Indonesia (MMI) Abu Bakar Ba'asyir.Hal ini diungkapkan Ba'asyir kepada Sekretaris Majelis Syuro PBB Fuad Amsyari yang mengunjunginya di Lembaga Pemasyarakatan (LP) Cipinang, Jakarta Timur, Selasa (30/8/2005).Selain Fuad, hadir juga Wakil Ketua Dewan Syuro PBB KH Makhruz Amin, Wakil Sekretaris PBB Bambang Setyo, serta tiga anggota Dewan Syuro PBB Washal, Amir Jamaluddin, dan Ibrahim Hasyim.Dalam pertemuan yang berlangsung sekitar satu jam tersebut, Dewan Majelis Syuro PBB berdiskusi dengan Ba'asyir tentang berbagai masalah prinsip dasar kehidupan bernegara. "Ustad juga meminta kita betul-betul mengkaji jargon demokrasi yang sedang naik daun saat ini. Jangan sampai demokrasi jadi suatu benda yang membawa kita ke dalam kesyirikan," urainya.Ditambahkan Fuad, Dewan Majelis Syuro PBB dan Ba'asyir juga membahas tentang pentingnya sesama umat Islam saling mendukung, hormat-menghormati, saling menyayangi dan menolong satu sama lain."Itulah prinsip yang diajarkan dalam Islam yang harus dipegang teguh oleh kita semua," tuturnya.Tujuan kedatangan Dewan Majelis Syuro PBB, papar Fuad, untuk menyambung tali persaudaraan. Terlebih lagi Ba'asyir dikenal sebagai pemimpin Islam yang gigih berjuang untuk menegakkan syariat Islam. Selain itu, menurut Fuad, hal ini menunjukan penghormatan, kepedulian dan kecintaan Majelis Syuro PBB kepada ulama yang sedang dizalimi."Allah tidak akan memberkati suatu bangsa yang memperlakukan ulama tidak sebagaimana mestinya," tegas Fuad.Upaya PKKemudian Fuad menjelaskan, saat ini Tim Pengacara Abu Bakar Ba'asyir (TPABB) sedang mengusahakan peninjauan kembali (PK) ke MA. "Beliau merasa tidak melakukan sesuatu yang dituduhkan itu," kata Fuad merujuk pada vonis 2 tahun yang diterima Ba'asyir atas keterlibatannya dalam bom Hotel JW Marriott di Jakarta.Dalam kesempatan tersebut Fuad juga mengatakan, agar dalam proses hukum, saksi dalam kasus ini betul-betul dihadirkan untuk diminta keterangannya, jangan hanya berorientasi pada BAP."Yang Ustad tuntut itu keterbukaan dalam proses hukum sehingga mendapatkan kebenaran secara tuntas," kata Fuad. (ahm/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads