Pengacara Pastikan Eni Saragih Kooperatif di Sidang Suap PLTU Riau

Haris Fadhil, Faiq Hidayat - detikNews
Kamis, 29 Nov 2018 17:10 WIB
Eni Maulani Saragih di Pengadilan Tipikor/Foto: Ari Saputra
Jakarta - Pengacara memastikan Eni Maulani Saragih akan kooperatif dalam sidang perkara suap proyek PLTU Riau-1. Eni Saragih dipastikan akan bicara terang benderang terkait kasus yang membelitnya.

"Bu Eni sudah menerima dan mengerti dakwaan penuntut umum KPK, karena itu tidak akan mengajukan eksepsi atas dakwaan," kata pengacara Eni Saragih, Fadli Nasution kepada wartawan, Kamis (29/11/2018).






Dalam dakwaan, Eni Saragih didakwa menerima uang suap sebesar Rp Rp 4,75 miliar dari pengusaha Johanes Budisutrisno Kotjo. Duit itu diterima Eni untuk membantu Kotjo--selaku pemegang saham Blackgold Natural Resources Ltd--mendapat proyek di PLN.

Selain itu, jaksa KPK mendakwa Eni Saragih menerima gratifikasi sebesar Rp 5,6 miliar dan SGD 40 ribu (atau sekitar Rp 400 juta). Uang itu diterima Eni dari sejumlah direktur dan pemilik perusahaan di bidang minyak dan gas (migas).






"Atas kedua dakwaan tersebut, penerimaan pertama sudah cukup jelas dan terbukti dalam persidangan Pak Kotjo sebelumnya, di mana Bu Eni juga telah mengembalikan semua uang yang pernah diterimanya dari Pak Kotjo," kata Fadli.

Sedangkan terhadap dakwaan kedua, Eni Saragih ditegaskan Fadli akan membuktikan penerimaan uang bukan merupakan gratifikasi atau suap.

"Jika memang terbukti unsur suapnya, tentu Bu Eni akan melakukan pengembalian secara bertahap, sebagai bentuk sikap koperatif beliau dalam rangka mengajukan justice collaborator," sambung Fadli. (fdn/fdn)