Pemuda Pancasila Ikut Bersih-bersih Pasar Melawai Blok M

Pemuda Pancasila Ikut Bersih-bersih Pasar Melawai Blok M

- detikNews
Selasa, 30 Agu 2005 17:23 WIB
Jakarta - Sehari setelah kebakaran, puing-puing bangunan di Pasar Melawai, Blok M, Jakarta Selatan, mulai dibersihkan. Anehnya, sejumlah aktivis Pemuda Pancasila (PP) juga ikut-ikutan membersihkan. Sebagian pedagang malah kesal.Sekitar pukul 15.00 WIB, Selasa (30/8/2005), sekitar 15 aktivis PP tampak memasuki areal yang sudah dipasangi police line itu. Seharusnya, siapa pun tidak boleh masuk ke areal itu, termasuk wartawan, kecuali aparat kepolisian dan petugas dari PD Pasar Jaya.Namun, entah mengapa, para anggota PP itu bebas masuk begitu saja. Mereka mengenakan seragam kebesaran mereka, pakaian loreng warna oranye. Mereka mengaku dari Pemuda Pancasila Kelurahan Melawai.Setelah memasuki areal 'terlarang' itu, mereka tampak membersihkan puing-puing besi dan kayu yang berserakan di sepanjang tepi bangunan Pasar Melawai. Namun, tidak kurang 45 menit, tiba-tiba mereka menghentikan kegiatan sosialnya itu.Terlihat dari beberapa mereka, tampak mengumpulkan mainan-mainan anak yang tidak ikut terbakar. Mereka menemukannya di antara tumpukan tenda-tenda kaki lima yang sudah dihancurkan buldozer.Beberapa pedagang yang kehilangan kios sedikit kesal dengan ulah mereka. Ibu Umi, pemilik restoran di lantai dua, misalnya. "Mereka itu benar-benar mau membersihkan sampah atau mencari mainan," cetusnya.Sementara itu, berkaitan dengan pembersihan di lokasi kebakaran, PD Pasar Jaya mengaku telah melakukannya. Senin (29/8/2005) malam, telah didatangkan mobil pengangkut sampah untuk mengurangi tumpukan besi, kayu, dan tenda."Tidak ada motif apa pun dengan mendatangkan mobil sampah itu," kata Humas PD Pasar Jaya Numan Adi. Sempat beredar rumor bahwa pihak pengelola ingin segera membersihkan lokasi agar bisa segera membangun bangunan baru.Dia juga menegaskan pihaknya belum berani membereskan puing-puing bangunan di dalam pasar. Sebab, aparat kepolisian masih melakukan penyelidikan. "Yang terpenting sekarang, kami masih memikirkan tempat penampungan sementara bagi para pedagang," jelas dia. (asy/)


Berita Terkait