DetikNews
Kamis 29 November 2018, 11:25 WIB

Ternyata Ini yang Bikin Ciktuti Risi dan Marahi NR Sebelum Dibunuh

Kanavino Ahmad Rizqo - detikNews
Ternyata Ini yang Bikin Ciktuti Risi dan Marahi NR Sebelum Dibunuh Foto: Lamhot Aritonang/detikcom
Jakarta - Fakta-fakta kasus mayat dalam lemari di Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, terus terungkap. Polisi kini mendapatkan keterangan Ciktuti Iin Puspita merasa terganggu oleh sikap tersangka berinisial NR dan pacarnya, YAP.

Kasat Reskrim Polres Jakarta Selatan Kompol Andi Sinjaya Ghalib mengatakan Ciktuti merasa risi atas sikap NR karena menumpang di kamar kos korban. NR juga diketahui kerap bermesra-mesraan dengan pacarnya di kosan Ciktuti.


"Jadi dia numpang di situ, si korban ini. Dua orang itu kan pacaran karena merasa risi, mereka pacaran. Ya mesra-mesraan gitu. Terganggu," ujar Andi kepada detikcom, Kamis (29/11/2018).

Andi menyebut tersangka NR sempat mempunyai kesepakatan dengan Ciktuti untuk ikut membantu membayar kosan. Namun uang untuk kosan itu tak juga dibayarkan karena tersangka tak mempunyai uang.

"Ya mereka pacaran. Kadang ada sikap mereka yang... ya namanya pacaran, mereka mesra-mesraan kan. Ya mereka juga nggak ada uang. Awalnya mau ada kesepakatan untuk bantu-bantulah. Bantu-bantu kosan bayar," ujar Andi.



Selain itu, tersangka NR meminta dicarikan pekerjaan kepada Ciktuti. Namun, menurut Andi, Ciktuti merasa risi karena NR sering melapor mengenai pekerjaannya itu kepada pacarnya, YAP.

"Karena dia butuh uang. Mohon cari-cari kerjaan. Si perempuan ini kan mau minta cari kerjaan di karaoke dengan tamu-tamu. Dia selalu minta izin sama pacarnya. Si korban juga tidak senang. 'Kamu kok apa-apa lapor terus.' Dia nggak senang," tutur Andi.

Persoalan ini semakin memuncak tatkala NR diusir dari kosan Ciktuti, tapi dia masih meminta dicarikan pekerjaan kepada korban. Ciktuti pun akhirnya membawa NR bekerja di sebuah hotel karaoke.

Namun, setelah pekerjaan selesai, NR tak menerima uang seperti yang dijanjikan. Dia mengadukan hal tersebut kepada Ciktuti tapi malah dimarahi.

"Terus dijanjikan sama tamunya Rp 1,8 juta, kok ternyata dikasih Rp 500 ribu. Tapi sikapnya si korban kok tidak berempati, malah bilang, 'Untung masih dibayar kan...,' itu yang buat marah tuh. Pada saat kejadian itu, datang lagi malah diusir lagi. Ditanyain kenapa hanya bayar segitu? Malah marah-marah. Jadi karena itu," ujarnya.

Setelah itu, NR menghubungi pacarnya, YAP. YAP naik pitam dan terlibat cekcok dalam sambungan telepon dengan korban.

Cekcok berlanjut pada Minggu (18/11), saat korban datang ke rumah kos. Setelah bertengkar, YAP memukulkan palu ke kepala korban dan mengikat leher Ciktuti Iin Puspita dengan tali. Setelah itu, mayat korban dimasukkan ke lemari.


Saksikan juga video 'Mayat Ciktuti Iin Dimasukkan ke Lemari atas Ide NR':

[Gambas:Video 20detik]


(knv/aan)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed