Sudah Bukan Zaman Menteri Hanya Jadi 'Yes Man'
Selasa, 30 Agu 2005 16:41 WIB
Jakarta - Mantan Gubernur Lemhannas, Ermaya Suradinata memiliki pesan kepada para menteri Kabinet Indonesia Bersatu. Para menteri diminta menunjukkan loyalitasnya pada bangsa dan negara dengan berani bersikap kritis. Jangan hanya jadi 'yes man'. "Kerja keras Presiden harus dibantu, tetapi bukan dengan 'yes man'," ujar Ermaya usai mengikuti upacara pelantikan Muladi sebagai Gubernur Lemhannas yang baru di Istana Negara, Jakarta Pusat, Selasa (30/8/2005).Menurut dia, sikap kritis menteri terhadap kehidupan bangsa merupakan langkah awal untuk mengambil kebijakan strategis yang menjadi kewenangannya. Dengan demikian, dalam waktu tidak terlalu lama, Indonesia dapat keluar dari krisis kebangsaan.Pesan serupa ditujukan pada penggantinya, Muladi. Ermaya berharap agar gubernur Lemhannas baru itu mempertahankan visi dan misi Lemhannas sebagai lembaga yang bertanggung jawab menyiapkan kader pemimpin nasional. Yaitu secara konsisten memberikan masukan kritis yang konstruktif kepada pemerintah."Agar Presiden bisa menjalankan mandat dan fungsinya dengan baik sesuai konstitusi sebagaimana harapan rakyat," jelasnya.Ditemui secara terpisah, Muladi yang dikonfirmasi mengenai pernyaataan pendahulunya tersebut menjawab,"Kritis itu relatif, terbuka atau tertutup tergantung situasi. Kalau masalahnya sensitif, maka masukan kepada Presiden harus tertutup. Tapi kalau seminar dan sebagainya harus terbuka."
(asy/)











































