detikNews
Kamis 29 November 2018, 01:16 WIB

Data Pramugari PK-LQP Berbeda, Ini Penjelasan Lion Air

M Guruh Nuary - detikNews
Data Pramugari PK-LQP Berbeda, Ini Penjelasan Lion Air Jumpa pers Lion Air terkait hasil investigasi KNKT (M Guruh Nuary/detikcom)
Jakarta - Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) mengungkapkan perbedaan data mengenai jumlah pramugari yang berada di pesawat Lion Air PK-LQP. Lion Air menjelaskan soal perbedaan data tersebut.

"Terkait kejadian ini, ada perbedaan data antara kru yang aktif dengan yang tercatat di salah satu dokumen pesawat. Dokumen yang lain sebenarnya sama," kata Presiden Direktur Lion Air Edward Sirait dalam jumpa pers di kantor Lion Air, Jakarta Pusat, Rabu (28/11/2018).

"Terkait jumlah cabin crew yang aktif lima dan enam. Satu itu instruktur. Seharusnya dia itu instruktur, disamakan dengan active crew," sambung Edward.


Edward meminta ditunjukkan bila ada data yang tidak benar. Dia mengatakan Lion Air akan menginvestigasi dan mengklarifikasi bila disebutkan ada penyerahan data yang tidak benar.

"Tapi pernyataan yang menyebut kami selalu menyampaikan data yang tidak benar, ini perlu kami klarifikasi juga. Tapi kalau dalam kasus ini ada data yang berbeda, ini yang harus kami investigasi," ucap Edward.


Sebelumnya diberitakan, KNKT menyatakan ada perbedaan data mengenai jumlah pramugari yang berada di pesawat Lion Air nomor penerbangan JT 610 rute Jakarta-Pangkalpinang yang jatuh di perairan Karawang, Jawa Barat.

"Dari data load seat, pesawat ini diawaki 2 pilot, 5 pramugari, dan 181 penumpang, terdiri atas 178 dewasa, 1 anak, 2 bayi," kata Ketua Subkomite Investigasi Kecelakaan Penerbangan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) Nurcahyo Utomo dalam jumpa pers di kantornya, Jl Medan Merdeka Timur, Gambir, Jakarta Pusat, Rabu (28/11/2018).

Meski data penumpang pesawat menyebutkan ada lima pramugari, data yang didapatkan polisi dari kru Lion Air menunjukkan ada enam pramugari.


"Sedangkan menurut data police report atau data kru yang disampaikan oleh Lion Air, jumlah pramugarinya ada enam," kata Nurcahyo.

KNKT, yang telah menyampaikan investigasi awal, mengeluarkan dua rekomendasi keselamatan dalam hal laporan awal ini. Investigasi ini keluar setelah KNKT menganalisis flight data recorder (FDR) black box pesawat Lion Air yang ditemukan.


Rekomendasi pertama, KNKT meminta Lion Air memperbaiki budaya keselamatan operasionalisasi pesawatnya, sehingga pilot dapat menentukan lanjut-tidaknya penerbangan. Kedua, KNKT meminta Lion Air memperbaiki data terkait jumlah penumpang.

"KNKT meminta agar dokumen penerbangan harus sesuai dengan isinya dengan kondisi yang sesungguhnya. Jadi di load and balancing tercatat pramugarinya lima, padahal sesungguhnya pramugarinya enam. Jadi ini yang kita minta kepada Lion Air," kata Nurcahyo.



Saksikan juga video 'Sebut KNKT Tendensius, Lion Air Buka Peluang Tempuh Jalur Hukum':

[Gambas:Video 20detik]


(jbr/haf)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com