PAN Ingatkan Wasekjen PPP Baidowi soal Istilah 'Pencetak Koruptor'

Tsarina Maharani - detikNews
Rabu, 28 Nov 2018 19:09 WIB
Dradjad Wibowo (Agung Pambudhy/detikcom)
Jakarta - Wasekjen PPP Achmad Baidowi (Awiek) menyebut PAN melahirkan kader koruptor. Wakil Ketua Dewan Kehormatan PAN Dradjad Wibowo mengingatkan Awiek untuk bercermin.

"Mas Baidowi, mbok ya sebelum bicara itu menengok ke diri sendiri dulu. Kata orang Jawa, ndeleng githoke dewe," kata Dradjad saat dihubungi, Rabu (28/11/2018).

Dradjad menyebut banyak senior PPP yang terjerat kasus korupsi. Dradjad meminta tak ada lagi saling tuding antara satu partai dan partai lain tentang hal ini.

"Silakan Mas Baidowi ingat-ingat sendiri, sekaliber apa senior-senior Anda yang pernah atau sedang ditahan karena kasus korupsi," ujarnya.






"Daripada saling tuding, mending kita memberikan yang terbaik untuk mencegah korupsi. Insyaallah itu menjadi amal ibadah di dunia dan akhirat," imbuh Dradjad.

Pernyataan PPP soal PAN 'pencetak' koruptor ini lantaran partai berlambang Kakbah itu tak terima disebut pro-penista agama. Hal ini berkaitan dengan kepindahan Abraham Lunggana atau Lulung dari PPP ke PAN.

Bendahara DPW PAN DKI Bambang Kusumanto menyebut Lulung 'hijrah' dari partai pro-penista agama ke partai pro-ulama. Wasekjen PPP Achmad Baidowi (Awiek) menilai pernyataan PAN tendensius.





PAN justru dinilai tidak mempunyai banyak rekam jejak memperjuangkan aspirasi umat Islam.

"Jadi, Bambang (Bendahara DPW PAN Bambang Kusumanto), kami ingatkan bahwa parpol yang pro-ulama itu adalah yang berjuang dalam legislasi bernapaskan Islam, bukan parpol yang melahirkan kader koruptor. Apalagi parpol yang tiga Ketua DPW-nya dicokok KPK karena korupsi," kata Awiek. (tsa/fdn)